
batampos – Pandemi menurunkan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia, termasuk Batam. Namun, setelah pandemi mulai mereda, Batam kembali melaju sesuai tracknya. Hal ini dibuktikan dari pertumbuhan perekonomi Batam.
Tahun 2020 tercatat pertumbuhan ekonomi Batam menyentuh angka -2,55%. Pandemi menghancurkan perekonomian Batam. Berbagai kebijakan dilakukan pemerintah pusat, termasuk daerah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Cara-cara tersebut membuahkan hasil, tahun 2022 perekonomian Batam meningkat drastis, 4,755 persen. Kepala BP Batam, Muhammad Rudi mengatakan, pertumbuhan ekonomi Kota Batam Tahun 2023 akan terus menguat dengan proyeksi rata-rata dari 5,6 sampai dengan 6,8 persen.
Baca Juga: Komitmen Kepala BP Batam Dorong Laju Pertumbuhan Ekonomi
“Kota Batam menjadi tulang punggung perekonomian Provinsi Kepri dan nasional,” kata Rudi dalam kegiatan Rapat Kerja Polda Kepri, Graha Lancang Kuning, Senin (20/2).
Pertumbuhan ekonomi ini diikuti dengan tingkat penanaman modal yang tinggi. Rudi mengatakan dari data Kementerian Investasi, nilai investasi Penanaman Modal Asing (PMA) Kota Batam Tahun 2022 telah meningkat secara y-o-y sebesar 48,5 persen atau senilai USD 746,85 juta dengan 1.738 proyek.
“Kota Batam menyumbang 79,97 persen realisasi investasi PMA di Provinsi Kepri,” ungkap Rudi.
Salah satu cara paling sukses dan mendongkrak perekonomian Batam, tidak ada pemberlakuan lockdown selama pandemi. Strategi dari pemerintah pusat ini, dinilai adalah hal yang tepat. Sehingga, masyarakat tetap bisa berlangsung dan berjalan.
Baca Juga: Kerugian Warga Batam Saat Mengisi BBM di SPBU CODO Mencapai Rp75 Juta per Bulan
Rudi mengatakan, dirinya sangat berkomitmen dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Batam. Oleh sebab itu, ia pun menyiapkan berbagai fasilitas pendukung agar investasi datang ke Batam dan meningkatkan perekonomian.
Berbagai infrastruktur strategis dibangun, mulai dari pembangunan jalan menuju pelabuhan dan bandara, revitalisasi Terminal 1 dan pembangunan Terminal 2 Bandara Internasional Hang Nadim melalui Konsorsium PT. Bandara Internasional Batam (PT BIB), menyiapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Internasional Sekupang (KIS).
Selain itu, juga pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung di Waduk Duriangkang dan Waduk Tembesi, hingga rencana pembangunan Light Rapid Transit (LRT) Batam sebagai moda transportasi modern di tengah kota.
Baca Juga: Moge Selundupan Diduga Masuk via Kontainer di Pelabuhan Batuampar
Tidak hanya sarana dan prasarana saja disiapkan. Rudi mengaku juga telah melakukan sentralisasi sistem perizinan melalui Online Single Submission (OSS). Hal ini demi memberikan kemudahan dalam pelayanan perizinan investasi.
“Sesuai perintah Presiden Republik Indonesia,” tuturnya.
Rudi mengatakan, di tahun 2024 ini, puluhan proyek infrastruktur di bangun di Batam. “Saya yakin, jika ekonomi Kota Batam maju, maka wilayah di sekitarnya pasti juga menikmati hal yang sama,” ujarnya. (*)
Reporter: FISKA JUANDA



