
batampos– Tim gabungan menurunkan 3 batalyon terdiri dari Polri , TNI , Satpol PP dan Ditpam BP Batam untuk pengamanan aksi
aliansi mahasiswa. Aksi tersebut akhirnya dilaksanakan secara dialog bersama Kepala Ex Officio BP Batam, Muhammad Rudi dan Kapolresta Barelang di DPRD Kota Batam.
“Sebanyak tiga batalyon personil gabungan Polri – TNI, Satpol PP, dan Ditpam BP Batam telah disiagakan Polda Kepri dalam upaya menjaga keamanan selama rencana aksi damai berlangsung,” ujar Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad,Jumat (15/9).
Pandra menegaskan bahwa undang-undang nomor 9 tahun 1998 menjamin hak penyampaian pendapat di muka umum. Namun, ia juga mengingatkan peserta aksi unjuk rasa untuk tetap menjaga ketertiban umum dan menghormati hak-hak masyarakat lainnya.
“Kami (kepolisian) juga mendorong agar penyampaian pendapat disampaikan dengan sikap santun, bijak, dan damai,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kabidhumas Polda Kepri mengungkapkan harapannya bahwa Aliansi Mahasiswa Batam dapat menyampaikan tuntutan mereka kepada para Pemangku Kepentingan (Stakeholder).
“Hal ini diharapkan dapat membantu mencari solusi bersama dalam mendukung program rencana strategis pemerintah yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat,” sebutnya.
Proses pengamanan ini lebih mengendepankan pola-pola persuasif dan humanis, bahkan seluruh anggota personil pengamanan tidak dibenarkan membawa senjata api.
“Kami telah menyiapkan pengamanan secara persuasif dan humanis untuk memastikan aksi Aliansi Mahasiswa Batam dapat berlangsung dengan aman dan damai,” ujarnya.
“Serta kami juga ingin mengingatkan semua pihak, termasuk peserta aksi menghormati hak-hak masyarakat dan saling bertoleransi,” tutupnya. (*)
reporter: azis



