Minggu, 1 Februari 2026

Investasi di Batam Tahun 2024 Capai Rp25 Triliun, Naik 63 Persen

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala DPM PTSP Kota Batam, Reza Khadafi.

batampos – Kota Batam mencatat lonjakan investasi yang signifikan sepanjang tahun 2024. Berdasarkan angka, peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya jauh lebih tinggi.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Batam, Reza Khadafi, menyampaikan total nilai investasi di Batam mencapai Rp25,46 triliun. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 63 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Selain itu, peningkatan investasi ini juga berdampak positif terhadap penciptaan lapangan kerja. Sepanjang tahun 2024, investasi yang masuk berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 12.466 orang.

Hal ini menunjukkan bahwa Batam semakin menarik bagi investor, baik dalam negeri maupun luar negeri.

Pada triwulan keempat tahun 2024, nilai investasi tercatat sebesar Rp6,22 triliun. Angka ini mengalami lonjakan 113 persen dibandingkan dengan triwulan keempat tahun 2023.

“Dari jumlah tersebut, penyerapan tenaga kerja pada triwulan terakhir mencapai 8.197 orang,” kata dia, Senin (24/2).

Investasi yang masuk ke Batam berasal dari dua sumber utama, yakni Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Dari total investasi triwulan keempat, PMA berkontribusi sebesar Rp4,05 triliun, sementara PMDN mencapai Rp2,016 triliun.

Berdasarkan sektor, investasi terbesar di Batam mencakup industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik, dan jam. Selain itu, sektor perumahan, kawasan industri, perkantoran, serta jasa lainnya juga menjadi penyumbang investasi yang signifikan.

“Untuk sektor elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik, dan jam, nilai investasinya mencapai Rp563 miliar. Sementara itu, sektor perumahan, industri, dan perkantoran mencatatkan investasi sebesar Rp1,3 triliun pada triwulan keempat,” kata Reza.

Sektor jasa lainnya juga menunjukkan kontribusi besar dengan nilai investasi sebesar Rp1,7 triliun. Di sisi lain, sektor perdagangan dan reparasi mencatatkan nilai investasi Rp620 miliar pada periode yang sama.

Dengan peningkatan investasi yang signifikan ini, ia optimistis Batam semakin mengukuhkan posisinya sebagai kawasan strategis bagi investasi nasional maupun global. Pemerintah daerah terus berupaya menarik lebih banyak investor dengan berbagai kebijakan yang mendukung kemudahan berusaha.

“Kami akan terus berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan daya saing investasi di Batam dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja di masa mendatang,” katanya. (*)

Reporter: Arjuna

Update