
batampos – Tumpukan sampah di kawasan Botania 1 dan sekitarnya dikeluhkan warga. Sampah diduga sudah lebih dari sepekan tidak diangkut itu kini meluber hingga ke badan jalan dan menimbulkan aroma tidak sedap.
Pantauan di lokasi, Jumat (22/5), tumpukan sampah terlihat memenuhi pinggir jalan di area ruko. Plastik sampah, kardus, hingga limbah makanan bercampur menjadi satu dan sebagian sudah berserakan keluar dari penampungan.
Amir, salah seorang warga sekitar, mengatakan biasanya sampah di kawasan tersebut diangkut satu kali dalam seminggu, yakni setiap Selasa. Namun hingga Jumat, sampah masih menumpuk dan belum juga diangkut.
Baca Juga: Setahun 183 Ribu Kasus Hipertensi di Batam, Gaya Hidup jadi Pemicu
“Biasanya setiap Selasa diangkut. Tapi sampai sekarang belum juga. Sampah sudah makin banyak dan meluber ke jalan,” ujarnya.
Menurut Amir, kondisi semakin mengganggu karena banyak sampah makanan basah yang mulai membusuk, sehingga mengeluarkan aroma menyengat.
“Baunya sudah menyengat sekali. Apalagi banyak sampah makanan basah, jadi cepat busuk,” katanya.
Tak hanya menimbulkan bau tidak sedap, tumpukan sampah juga memicu banyaknya lalat di kawasan tersebut. Warga mengaku kondisi itu mulai mengganggu aktivitas sehari-hari di rumah maupun tempat usaha.
“Rumah sudah ditutup rapat pun lalat tetap masuk karena sampahnya memang terlalu banyak,” keluhnya.
Hal serupa disampaikan Ali, karyawan salah satu tempat makan di sekitar lokasi. Ia mengatakan banyak pelanggan merasa risih dengan kondisi lingkungan yang dipenuhi sampah.
“Namanya tempat makan harus bersih. Tapi kenyataannya di depan tempat usaha sampah sampai meluber,” ujarnya.
Baca Juga: Kuota SMK/SMA di Batam Sangat Ketat, Disdik Tegaskan SPMB Sesuai Juknis
Menurutnya, keberadaan sampah yang tak kunjung diangkut membuat kenyamanan pelanggan menurun, terutama karena bau dan banyaknya lalat di sekitar lokasi usaha.
Ia berharap pihak terkait segera mengangkut sampah agar kondisi lingkungan kembali bersih dan tidak semakin meresahkan warga maupun pelaku usaha di kawasan tersebut.
“Ya kalau bisa rutin diangkut, jangan sampai dibiarkan mengunung begini. Ini sudah meresahkan,” pungkasnya. (*)



