
batampos – BP Batam tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola dua infrastruktur vital di kawasan perdagangan bebas itu: bandara dan pelabuhan.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan arah kebijakan lembaga kini difokuskan untuk memastikan kedua sektor tersebut mampu memberi nilai tambah nyata bagi pergerakan ekonomi daerah dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
“Kami sudah mendalami seluruh informasi terkait bandara. Mana yang perlu disesuaikan, mana yang perlu dipertahankan. Prinsip kami, semua kebijakan harus memberikan nilai tambah terhadap ekonomi daerah dan PNBP,” katanya, Selasa (7/10).
Amsakar menyebut, selama tujuh bulan terakhir, pihaknya memusatkan perhatian pada sektor pelabuhan. BP Batam kini tengah menyiapkan perjanjian kerja sama dengan para pihak terkait sebelum melangkah ke tahap berikutnya, yakni pembahasan detail dengan PT Bandara Internasional Batam (BIB).
Baca Juga: Dua Kapal Roro Baru Siap Perkuat Layanan Penyeberangan Punggur-Uban Jelang Nataru
Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya menindaklanjuti proyek pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim yang sudah memasuki tahun keempat namun dinilai berjalan lambat.
“Progresnya kami anggap cukup lambat, barangkali karena ada problem dengan konsorsium yang ada. Itu yang ingin kami dalami,” katanya.
BP Batam mau menghidupkan kembali konsep Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam dengan menumpukan kekuatan ekonomi pada aktivitas pelabuhan laut dan udara. Ia juga menyebut perlunya transformasi orientasi penerimaan BP Batam yang selama ini masih banyak bergantung pada pengelolaan lahan.
“KPBPB idealnya hidup dengan pelabuhan. Artinya, geliat ekonomi Batam harus bertumpu pada lalu lintas orang dan barang. Turunannya pasti akan meningkatkan pelayanan. Orientasi PNBP pada lahan ini sudah harus dilakukan transformasi,” ujar dia.
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menambahkan bahwa bandara dan pelabuhan kini menjadi fokus utama lembaga tersebut karena perannya yang strategis sebagai penyumbang PNBP.
“Saham kita di pelabuhan masih kecil, makanya kami ingin ambil alih karena ini sebenarnya milik BP Batam. Begitu juga dengan bandara,” katanya.
Baca Juga: Dewan Minta Perusahaan di Batam Agar Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal
Walau demikian, langkah itu tidak akan dilakukan secara tergesa-gesa. BP Batam, katanya, akan lebih dulu melakukan kajian mendalam sebelum mengambil keputusan strategis terkait kepemilikan dan pengelolaan.
“Kita tidak ingin serta merta memutuskan kontak. Harus ada kajian yang komprehensif,” kata Li Claudia.
Ia menyebut, seluruh upaya yang dilakukan BP Batam bertujuan untuk memperkuat tata kelola sekaligus memastikan pengelolaan pelabuhan dan bandara lebih profesional serta menguntungkan daerah.
“Semua ini demi Batam yang lebih berkembang. Kami ingin tata kelola pelabuhan dan bandara menjadi lebih baik dan memberi dampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya. (*)
Reporter: Arjuna



