
batampos – Akses transportasi umum menuju Bandara Internasional Hang Nadim Batam segera menjadi lebih mudah, terjangkau, dan memiliki jadwal yang pasti.
Pemerintah Kota Batam melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Perhubungan (Dishub) menargetkan layanan bus Trans Batam yang terhubung langsung ke kawasan bandara mulai beroperasi pada awal Juli 2026.
Kehadiran rute baru ini diharapkan menjadi solusi atas kebutuhan masyarakat yang selama ini menginginkan angkutan umum dengan tarif ekonomis menuju bandara tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi maupun transportasi daring yang biayanya relatif lebih tinggi.
Kepala UPT Trans Batam, Sucipto, mengatakan saat ini pihaknya tengah menyelesaikan sejumlah persiapan teknis dan sarana pendukung sebelum layanan resmi dioperasikan.
Awalnya, layanan tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan Juni 2026. Namun, jadwal peluncuran terpaksa diundur hingga awal Juli karena masih terdapat beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan.
”Target awal sebenarnya pertengahan Juni, tetapi kami undur ke awal Juli karena masih ada beberapa persiapan yang harus dituntaskan, terutama terkait prasarana dan penyelesaian marka,” ujar Sucipto, Jumat (12/6).
Menurut dia, koordinasi dengan berbagai pihak terkait juga terus dilakukan, termasuk dengan pengelola Bandara Hang Nadim. Selain itu, pemerintah akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat sebelum layanan resmi beroperasi.
”Kami sudah melakukan pertemuan dengan pihak bandara dan mereka mendukung penuh rencana ini. Saat ini tinggal menyelesaikan beberapa persiapan teknis di lapangan,” katanya.
Bus Masuk Langsung ke Area Kedatangan
Sucipto menjelaskan, nantinya armada Trans Batam akan masuk langsung ke kawasan Bandara Hang Nadim hingga area kedatangan penumpang.
Namun demikian, bus tidak akan menunggu atau mangkal di dalam kawasan bandara sebagaimana angkutan reguler lainnya.
”Bus akan masuk sampai ke pintu kedatangan penumpang. Tetapi tidak ngetem, hanya berhenti untuk menaikkan dan menurunkan penumpang, kemudian kembali melanjutkan perjalanan sesuai jadwal,” jelasnya.
Untuk mendukung operasional tersebut, Trans Batam akan memanfaatkan halte yang selama ini digunakan bersama oleh layanan bus Damri di kawasan bandara.
Saat ini, proses penunjukan penyedia jasa untuk pengerjaan marka dan beberapa fasilitas pendukung lainnya masih berlangsung.
”Setelah pekerjaan marka dan fasilitas pendukung selesai, armada sudah bisa masuk ke kawasan bandara,” ujarnya.
Siapkan Lima Armada
Sebanyak lima unit bus telah disiapkan khusus untuk melayani rute Batam Center-Bandara Hang Nadim.
Rute tersebut akan berangkat dari halte utama Batam Center yang berada di kawasan Mega Mall menuju Bandara Hang Nadim.
Layanan direncanakan mulai beroperasi sejak pukul 06.00 WIB setiap hari guna menyesuaikan dengan aktivitas penerbangan pagi yang cukup padat.
Pada jam-jam sibuk, armada akan beroperasi dengan interval keberangkatan setiap 20 menit. Sementara pada jam normal atau di luar jam sibuk, keberangkatan dijadwalkan setiap 30 menit.
Dengan pola tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah menyesuaikan jadwal keberangkatan menuju bandara tanpa harus menunggu terlalu lama.
Tarif Tetap, Tidak Ada Biaya Tambahan
Meski melayani rute menuju kawasan bandara, Pemerintah Kota Batam memastikan tidak ada penyesuaian tarif bagi pengguna layanan Trans Batam.
Penumpang umum tetap dikenakan tarif sebesar Rp5.000 per perjalanan, sedangkan pelajar cukup membayar Rp2.500.
”Tarifnya tetap sama. Tidak ada tarif khusus meskipun bus masuk ke kawasan bandara. Untuk penumpang umum Rp5 ribu dan pelajar Rp2.500,” tegas Sucipto.
Menurutnya, kebijakan tersebut diambil agar layanan transportasi publik menuju bandara dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat dengan biaya yang terjangkau.
Perkuat Konektivitas Transportasi Publik
Kehadiran rute baru menuju Bandara Hang Nadim menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Batam dalam memperluas jaringan transportasi publik yang terintegrasi.
Sebelumnya, Dinas Perhubungan Kota Batam telah meluncurkan 19 armada baru Bus Trans Batam pada akhir Mei 2026 lalu. Penambahan armada tersebut merupakan bagian dari program penguatan sistem transportasi massal yang modern, nyaman, terintegrasi, serta berbasis digital.
Dengan beroperasinya rute menuju Bandara Hang Nadim, masyarakat akan memiliki alternatif transportasi yang lebih murah, aman, dan memiliki kepastian jadwal dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi.
Selain meningkatkan kemudahan akses menuju bandara, layanan ini juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi sekaligus mendukung pengembangan sistem transportasi massal yang berkelanjutan di Kota Batam.
”Kami berharap layanan ini dapat dimanfaatkan masyarakat dengan baik dan menjadi pilihan utama transportasi menuju Bandara Hang Nadim,” kata Sucipto.(*)

