Rabu, 1 April 2026

Jalan S Parman Seibeduk Banyak Lubang, Lampu Jalan juga Sering Padam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Jalan S. Parman dari arah Mukkuning menuju kantor Camat Sei Beduk dan Polsek Sei Beduk rusak dan berlubang. F. M Sya’ban

batampos – Kondisi Jalan S Parman dari arah Panbil menuju Piayu kembali dikeluhkan warga. Selain berlubang dan bergelombang, ruas jalan tersebut juga minim penerangan jalan umum (PJU), sehingga dinilai membahayakan pengguna, terutama pada malam hari.

‎Jalan S Parman yang berada di wilayah Sei Beduk itu merupakan akses utama bagi pekerja yang tinggal di Piayu dan bekerja di kawasan industri Batamindo atau Muka Kuning, kawasan industri terbesar di Kota Batam.

‎Setiap hari, ribuan kendaraan melintas di jalur tersebut, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja.

‎Namun, kondisi jalan yang sempit, berlubang, dan minim lampu penerangan membuat pengguna jalan merasa tidak nyaman dan khawatir akan keselamatan mereka.

‎Aulia, warga Pancur yang ditemui Batam Pos pada Jumat (13/2) pagi, mengaku sering merasa takut saat melintas pada malam hari karena banyak lampu jalan yang tidak berfungsi.

‎“Kalau balik malam itu lampu jalan mati. Kadang kami takut balik malam-malam, apalagi kita perempuan,” ujarnya.

‎Keluhan serupa disampaikan Mas’ud, warga lainnya. Ia menyebut kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung lama tanpa perbaikan menyeluruh.

‎“Bayangkan, lubang dan jalan bergelombang sudah kami hafal, saking lamanya tidak diperbaiki. Kalau pun diperbaiki itu hanya sebatas tambal saja,” katanya.

‎Menurut warga, tambal sulam yang dilakukan selama ini belum mampu menyelesaikan persoalan secara permanen. Saat hujan turun, lubang kerap tertutup genangan air sehingga berpotensi membahayakan pengendara roda dua.

‎Rifandi Malik, Camat Sei Beduk, Kota Batam, menyampaikan bahwa Jalan S Parman dari arah Panbil menuju Piayu direncanakan akan mengalami peningkatan pada tahun ini.

‎“Iya, ada peningkatan tahun ini dari Dinas Bina Marga,” ujarnya.

‎Namun saat ditanya mengenai waktu pelaksanaan dan teknis pengerjaan, Rifandi mengaku belum mengetahui secara pasti.

‎“Itu masih menunggu informasi dari dinas. Saya belum tahu pasti prosesnya. Perkiraan saya mungkin setelah puasa,” katanya.

‎Terkait kondisi penerangan jalan umum (PJU) yang kerap dikeluhkan warga karena minim dan gelap pada malam hari, Rifandi mengatakan pihak kecamatan telah menyampaikan laporan dan akan berkoordinasi lebih lanjut.

‎“Lampu jalan pasti kita koordinasikan dulu, sudah kita laporkan dan sampaikan. Kalau tahun ini fokusnya peningkatan jalan. Untuk PJU belum ada program peningkatan, hanya perbaikan rutin,” jelasnya.

‎Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga Kota Batam, Merta Dinata, yang baru menjabat sekitar sepekan, memastikan penanganan jalan rusak di ruas S Parman Panbil–Piayu akan dilakukan tahun ini.

‎“Untuk jalan rusak, penanganan tahun ini, Pak,” ujarnya singkat kepada Batam Pos, Jumat (13/2) siang melalui pesan WhatsApp.

‎Namun saat dikonfirmasi lebih lanjut mengenai teknis pelaksanaan serta jadwal pasti pengerjaan, Merta belum memberikan jawaban.(*)

ReporterM. Sya’ban

UPDATE