Jumat, 27 Maret 2026

Pengamat Nilai Mundurnya Amsakar dari Ketua NasDem Kepri Bisa Jadi Strategi Menuju Pilgub

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Amsakar Achmad

batampos – Mundurnya Amsakar Achmad dari jabatan Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Kepri memunculkan berbagai spekulasi politik, termasuk isu perpindahan partai. Namun, pihak internal partai menyatakan Amsakar tetap berada dalam struktur NasDem sebagai Ketua Dewan Pertimbangan.

Ketua DPW NasDem Kepri yang baru, Pietra Machreza Paloh, mengatakan, pergantian posisi tersebut tidak berarti Amsakar meninggalkan partai. Amsakar kini menjalankan peran strategis sebagai penasehat politik di tingkat provinsi.

“Dia jadi Ketua Dewan Pertimbangan Partai NasDem Kepri,” ujar Pietra, Selasa (24/2).

Terkait rumor yang beredar mengenai kemungkinan Amsakar bergabung dengan partai lain, Pietra memilih bersikap hati-hati. Ia menyamakan spekulasi tersebut seperti taruhan politik yang belum tentu terbukti.

Baca Juga: BMKG Batam Peringatkan Potensi Rob hingga Maret, Warga Pesisir Diminta Waspada

“Soal spekulasi yang beredar, kan macam pasang taruhan. Kita tengoklah,” katanya.

Pengamat politik Kepri, Rahmayandi Mulda, menilai pengunduran diri Amsakar dapat dibaca dari berbagai sudut pandang. Ia melihat langkah tersebut berpotensi sebagai strategi politik, baik oleh Amsakar maupun partai, untuk memperkuat konsolidasi internal menjelang kontestasi politik mendatang.

“Ada banyak kemungkinan dari pengunduran beliau sebagai Ketua DPW. Bisa jadi ini bagian dari strategi untuk memaksimalkan mesin partai dalam mendorong kader NasDem ke depan di provinsi, termasuk menuju calon gubernur Kepri,” kata dia.

Meski demikian, tak menutup kemungkinan adanya faktor lain, seperti dinamika internal maupun peluang politik dari partai lain yang dinilai lebih menjanjikan bagi karier Amsakar.

Ia juga menilai keputusan tersebut menunjukkan karakter politik Amsakar sebagai figur yang ingin bergerak lebih independen dalam menjalankan tugas sebagai pejabat publik, tanpa terlalu terikat pada urusan kepartaian sehari-hari.

“Ini menunjukkan karakter politik yang bebas aktif, berpolitik dengan meminimalisir tekanan dari partai sehingga beliau lebih leluasa menjalankan fungsi sebagai pejabat publik,” katanya.

Baca Juga: 6.316 Warga Kepri Jadi Korban Penipuan, Kerugian Rp41,17 Miliar

Terkait isu perpindahan partai, Rahmayandi menilai peluang tersebut relatif kecil karena kedekatan Amsakar dengan NasDem masih kuat. Namun, kemungkinan itu tetap terbuka apabila soliditas internal partai terganggu.

Menurut dia, partai lain berpotensi melirik Amsakar karena pengalaman dan basis dukungan yang dimilikinya. Salah satu partai yang dinilai memiliki ketertarikan adalah Partai Gerindra.

“Gerindra tentu akan tertarik merangkul beliau,” ujar Rahmayandi. (*)

ReporterArjuna

UPDATE