Jumat, 3 April 2026

Polisi Telusuri Jejak Pelaku Kasus Showroom Mobil di Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Korban dugaan penipuan oleh Showroom Mobil mendatangi Polresta untuk menanyakan perkembangan kasus yang dialami mereka, Rabu (1/4). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Penanganan kasus dugaan penipuan dan penggelapan berkedok bisnis showroom mobil di Batam terus bergulir. Polisi kini fokus melengkapi berkas perkara serta mendalami keterangan para korban.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian, mengatakan pihaknya telah menerima sejumlah laporan dan saat ini masih melakukan penyelidikan lanjutan.

“Laporan sudah kami terima. Saat ini masih kami dalami, termasuk melengkapi berkas dan keterangan dari para korban,” ujarnya.

Baca Juga: Lagi Cari Tempat Nongkrong? Ini 5 Tempat Makan Terbaru di Batam

Kasus ini mencuat dari laporan Hidayatul Chadmi yang mengaku tidak menerima uang hasil penjualan mobil Mitsubishi Xpander miliknya senilai sekitar Rp205 juta. Kendaraan tersebut sebelumnya dititipkan kepada terduga pelaku dengan janji pembayaran dalam beberapa hari, namun tidak pernah terealisasi.

Setelah laporan itu, korban lain mulai bermunculan dengan pola serupa. Yulia mengaku mengalami kerugian dalam transaksi tukar tambah mobil. Ia telah menyerahkan kendaraan beserta STNK dan BPKB, tetapi dokumen mobil pengganti tidak pernah diterima.

Korban lainnya, Dwi Sunarti, mengaku telah membeli mobil dan sempat menerima BPKB atas nama pemilik pertama. Namun, saat dokumen itu dititipkan untuk proses balik nama, BPKB tersebut tidak pernah kembali.

Sementara itu, Nanang Andika menyebut BPKB miliknya dipinjam dengan janji imbal hasil. Hingga kini, dokumen tersebut tidak diketahui keberadaannya.

Baca Juga: Sindikat Pencurian Fasilitas Umum di Batam Terungkap, Polisi Amankan 8 Tersangka

Dari berbagai laporan, polisi menemukan beragam modus, mulai dari titip jual kendaraan tanpa penyetoran hasil, penjualan mobil tanpa penyerahan BPKB, hingga dugaan penggadaian dokumen ke pihak leasing.

Jumlah korban pun terus bertambah dan kini diperkirakan telah mencapai lebih dari 30 orang. Sebagian besar mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Polisi memastikan akan terus mengusut kasus ini secara menyeluruh, termasuk menelusuri keberadaan terduga pelaku serta kemungkinan adanya korban lain. (*)

UPDATE