
batampos – Ratusan kader Posyandu dan lansia dari seluruh penjuru Kota Batam berkumpul di Golden Prawn, Senin (13/4/2026). Bukan sekadar pertemuan biasa, tetapi sebuah ruang silaturahmi yang hangat, tempat perhatian terhadap mereka yang telah menua kembali diingatkan.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, hadir di tengah-tengah mereka, membawa satu pesan yang sederhana, namun dalam: lansia tidak boleh dilupakan.
Pertemuan itu menjadi semacam jeda di tengah hiruk-pikuk pembangunan kota. Sebuah pengingat bahwa di balik gedung-gedung dan angka pertumbuhan, ada generasi yang kini menapaki usia senja, yang juga berhak atas hidup yang layak.
Amsakar menegaskan bahwa perhatian terhadap lansia bukan sekadar wacana. Dari 15 program prioritas Pemerintah Kota Batam, sebagian diarahkan untuk memastikan kualitas hidup mereka tetap terjaga.
“Pemerintah ingin memastikan para lansia dapat menjalani masa tua dengan tenang, nyaman, bahagia, dan tetap bermartabat,” ujarnya Senin (13/4)
Bagi Amsakar, usia senja bukan alasan untuk merasa tersisih. Justru di fase itulah, kehadiran negara harus semakin terasa.
Ia menekankan, perhatian kepada lansia bukan hanya program sosial, melainkan bentuk tanggung jawab moral pemerintah kepada warganya, bahwa setiap orang, hingga di ujung usianya, tetap berhak hidup dengan rasa aman dan dihargai.
“Lansia tidak boleh merasa menjadi beban. Mereka tetap bagian penting dari kehidupan sosial kita,” katanya.
Di ruangan itu, para kader Posyandu duduk mendengarkan. Mereka adalah wajah-wajah yang selama ini bekerja dalam diam, menjangkau rumah ke rumah, memastikan kesehatan masyarakat, termasuk mereka yang renta.
Amsakar pun memberi penghormatan khusus kepada para kader dan Kelurahan Siaga. Menurutnya, mereka adalah garda terdepan yang menjaga denyut pelayanan hingga ke lapisan paling bawah.
“Kader adalah ujung tombak. Mereka hadir langsung di tengah masyarakat, memastikan program berjalan, termasuk dalam mendampingi para lansia,” ujarnya.
Di akhir pertemuan, ia mengajak semua yang hadir untuk kembali menguatkan satu hal yang sering terasa sederhana, namun kerap terlupa: kebersamaan.
Sebab, di situlah letak kekuatan sebuah kota, bukan hanya pada pembangunan fisik, tetapi pada cara ia memperlakukan orang-orang yang pernah lebih dulu berjalan di depannya.
“Dengan kebersamaan, kita bisa memastikan para orang tua kita menjalani masa tua dengan lebih tenang, bahagia, dan penuh penghormatan,” tutur dia.(*)



