Kamis, 16 April 2026

Kader NasDem Kecam Karikatur Surya Paloh, Dinilai Tak Beretika

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kader Partai NasDem, Muhammad Musofa

batampos – Kader Partai NasDem, Muhammad Musofa, menyoroti pemberitaan di sebuah media nasional yang menampilkan karikatur Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh. Ia menilai penyajian visual tersebut tidak elok dan berpotensi merendahkan martabat tokoh publik.

Menurut Musofa, sebagai kader partai, dirinya memandang karikatur yang ditampilkan bukan sekadar bentuk kritik, melainkan sudah keluar dari koridor etika dalam penyampaian pesan jurnalistik. Ia menegaskan bahwa kebebasan pers harus tetap diiringi tanggung jawab moral dan profesionalisme.

“Sebagai kader NasDem, kami menilai penyajian karikatur tersebut tidak elok dan tidak mencerminkan etika jurnalistik yang baik. Kritik itu sah, tetapi harus disampaikan secara berimbang dan beradab,” ujarnya, Selasa (14/4).

Baca Juga: NasDem Kepri Keberatan atas Visualisasi Animasi di Sebuah Media Nasional, Suhadi: Tidak Cerminkan Kondisi Internal

Musofa menekankan, Partai NasDem pada prinsipnya terbuka terhadap kritik dan masukan dari berbagai pihak, termasuk media. Namun, ia mengingatkan agar kritik tidak disampaikan dalam bentuk yang menyerang personal atau merendahkan martabat seseorang.

Lebih lanjut, anggota DPRD Provinsi Kepri itu juga meminta pihak media nasional itu untuk memberikan klarifikasi atas kebenaran isi pemberitaan yang disajikan, termasuk pemilihan visual yang dinilai kontroversial tersebut.

“Kami meminta agar media itu dapat mengklarifikasi kebenaran dari pemberitaan yang mereka buat, sekaligus menjelaskan dasar penyajian visual tersebut agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, dalam iklim demokrasi yang sehat, media memiliki peran penting sebagai pilar keempat. Namun, peran tersebut harus dijalankan dengan menjunjung tinggi prinsip akurasi, keberimbangan, serta etika jurnalistik.

“Kebebasan pers harus tetap berada dalam koridor integritas, akurasi, dan tanggung jawab. Jangan sampai kebebasan itu justru mencederai nilai-nilai demokrasi itu sendiri,” pungkasnya. (*)

UPDATE