
batampos – Musyawarah Nasional (Munas) VIII Afiliasi Penukaran Valuta Asing (APVA) Indonesia yang digelar di Hotel Vanila Batam, Jumat (1/5), menandai babak baru kepemimpinan organisasi penukaran valuta asing di Indonesia. Forum tertinggi organisasi tersebut secara aklamasi menetapkan Edi Sulistiyono sebagai Ketua Umum APVA Indonesia periode 2026–2030.
Penetapan Edi Sulistiyono menjadi simbol regenerasi kepemimpinan di tubuh APVA, setelah tongkat estafet organisasi diserahkan oleh Ketua Umum sebelumnya, Amat Tantoso, yang telah memimpin selama lebih dari dua periode.
Prosesi penyerahan pataka dari Amat Tantoso kepada Edi Sulistiyono menjadi momentum penting dalam menjaga kesinambungan organisasi di tengah dinamika industri Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) yang terus berkembang.
Munas VIII APVA dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura. Dalam sambutannya, ia menegaskan sektor jasa keuangan, termasuk industri KUPVA, memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah dan nasional, khususnya di wilayah perdagangan internasional seperti Batam.
Menurutnya, Batam sebagai kawasan perdagangan bebas dan daerah perbatasan memiliki posisi strategis dalam arus transaksi valuta asing yang cukup tinggi. Karena itu, penguatan tata kelola industri penukaran uang dinilai penting agar tetap sehat, transparan, dan patuh terhadap regulasi.
Forum Munas juga menjadi ajang evaluasi organisasi. Seluruh Badan Pimpinan Daerah (BPD) APVA dari berbagai provinsi secara bulat menerima laporan pertanggungjawaban Ketua Umum sebelumnya, Amat Tantoso. Penerimaan itu menjadi bentuk apresiasi atas kepemimpinan yang dinilai berhasil memperkuat fondasi organisasi dan membangun hubungan yang baik dengan regulator serta lembaga keuangan nasional.
Dalam sambutan perpisahannya, Amat Tantoso menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota APVA atas dukungan selama masa kepemimpinannya. Ia menekankan pentingnya menjaga kekompakan organisasi sebagai modal utama menghadapi tantangan industri ke depan.
“Saya percaya kepemimpinan baru akan membawa APVA lebih maju. Soliditas organisasi harus tetap dijaga, dan sinergi dengan regulator harus terus diperkuat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum terpilih Edi Sulistiyono dihadapkan pada sejumlah tantangan besar, mulai dari digitalisasi transaksi keuangan, penguatan kepatuhan terhadap regulasi, hingga mitigasi risiko tindak kejahatan keuangan yang semakin kompleks.
Dengan kepemimpinan baru, APVA Indonesia diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai organisasi profesi sekaligus mitra strategis pemerintah dalam menjaga ekosistem transaksi valuta asing yang sehat, aman, dan berintegritas.(*)

