Rabu, 13 Mei 2026

5.120 Pelajar Ikuti Puncak Peringatan Hardiknas, Amsakar Sebut Pendidikan Penentu Peradaban Bangsa di Hardiknas

Berita Terkait

Pejabat dan pelajar foto bersama saat peringatan puncak Hardiknas. F. Azis Maulana/ Batam Pos

batampos – Puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kota Batam berlangsung meriah. Sebanyak 5.120 pelajar memadati Dataran Engku Putri, Senin, (11/5) untuk menampilkan tari Zapin secara massal bersama Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad.

Di tengah barisan ribuan pelajar berseragam Melayu, Amsakar tampak larut mengikuti irama Zapin. Dengan senyum lebar, ia menarikan setiap gerakan dengan luwes. Kehadiran Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, turut menambah semarak suasana, meski sesekali terlihat masih menyesuaikan langkah dengan irama musik tradisional Melayu itu.

Perayaan Hardiknas tahun ini tidak hanya diisi pertunjukan seni budaya, tetapi juga menjadi ruang refleksi mengenai arah pendidikan nasional. Amsakar mengajak masyarakat mensyukuri kondisi bangsa yang dinilainya tetap aman dan damai di tengah berbagai tantangan global.

“Pendidikan adalah proses memanusiakan manusia dengan ketulusan dan kasih sayang,” kata Amsakar.

Menurut dia, pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu pengetahuan, melainkan upaya menemukan dan mengembangkan potensi alami setiap individu sebagai makhluk Tuhan yang memiliki martabat.

Amsakar juga mengutip ajaran Ki Hajar Dewantara mengenai sistem among dalam pendidikan, yakni asah, asih, dan asuh.

Konsep itu, kata dia, tetap relevan di tengah perubahan zaman dan perkembangan teknologi yang cepat.

Ia menilai pendidikan memiliki posisi strategis dalam membangun karakter bangsa, mencerdaskan kehidupan masyarakat, serta menciptakan peradaban yang bermartabat. Karena itu, pembangunan sektor pendidikan harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Amsakar turut menyinggung arah kebijakan pendidikan nasional yang disebut selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam menciptakan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing.

Sejumlah program prioritas pemerintah, kata dia, kini difokuskan pada revitalisasi dan digitalisasi sekolah, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, penguatan pendidikan karakter, serta perluasan akses pendidikan yang inklusif dan merata.

Namun, ia menegaskan keberhasilan pendidikan tidak semata ditentukan kebijakan pemerintah. Menurut dia, kualitas pendidikan juga sangat bergantung pada komitmen seluruh elemen masyarakat.

Amsakar menekankan tiga hal penting yang harus dimiliki dalam membangun pendidikan, yakni pola pikir maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus.

“Tanpa ketiga hal tersebut, berbagai program hanya akan menjadi formalitas tanpa dampak nyata,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Amsakar mengajak seluruh pihak terus bersinergi demi mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat.

“Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. Mari bersama-sama membangun generasi Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat,” kata dia.(*)

ReporterAzis Maulana

UPDATE