Sabtu, 23 Mei 2026

Informasi Hoaks Begal Beredar, Polsek Batuaji Tingkatkan Patroli Malam

spot_img

Berita Terkait

Porsonel Samapta Polsek Batuaji melakukan patroli cipta kondisi di sejumlah titik rawan pada Rabu (20/5) malam.

batampos – Samapta Polsek Batuaji meningkatkan patroli cipta kondisi di sejumlah titik rawan pada Rabu (20/5) malam. Kegiatan tersebut dilakukan menyusul beredarnya informasi hoaks terkait aksi begal di kawasan Temiang yang sempat meresahkan masyarakat.

Kapolsek Batuaji, Bayu Rizki Subagyo mengatakan patroli malam dilakukan untuk memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang masih beraktivitas pada malam hari.

“Kita terus meningkatkan patroli malam untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujar Bayu.

Baca Juga: Terluka Karena Penganiayaan tapi Sebut Korban Begal, Pemuda di Sagulung Minta Maaf

Patroli menyasar sejumlah kawasan yang dinilai rawan dan minim penerangan, seperti kawasan Temiang hingga Tanjung Uncang. Dalam kegiatan tersebut, petugas juga melakukan pemantauan terhadap aktivitas masyarakat dan titik-titik yang kerap dijadikan tempat berkumpul remaja.

“Kita harapkan melalui patroli ini masyarakat bisa merasa aman untuk melakukan aktivitasnya pada malam hari,” katanya.

Bayu menjelaskan, selama patroli berlangsung pihaknya tidak menemukan adanya aktivitas mencurigakan yang mengarah pada tindak pidana. Namun, petugas mendapati sejumlah remaja yang tengah berkumpul hingga larut malam dan langsung diberikan imbauan kamtibmas.

“Ada tongkrongan remaja yang kita edukasi dan kemudian dibubarkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Ia menegaskan patroli cipta kondisi akan terus dilakukan secara rutin setiap malam guna menjaga keamanan wilayah hukum Polsek Batuaji.

Baca Juga: Terkait Pria yang Mengaku Dibegal Ternyata Berkelahi, Kapolres Minta Warga Bijak Bermedsos

“Kegiatan berlangsung lancar dan akan terus kita lakukan setiap malam,” tegasnya.

Selain itu, Bayu juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, khususnya di media sosial. Menurutnya, informasi yang tidak benar dapat memicu keresahan di tengah masyarakat.

“Kami meminta masyarakat untuk tidak langsung mempercayai informasi yang beredar dan memastikan terlebih dahulu kebenarannya,” tutupnya. (*)

spot_img

UPDATE

Play sound