
batampos – Tumpukan sampah di kawasan Botania 1, Batamcentre, hingga Minggu (24/5) malam belum juga diangkut. Kondisi ini membuat sampah semakin meluber ke badan jalan dan menimbulkan bau tidak sedap yang mengganggu warga maupun pelaku usaha di sekitar lokasi.
Pantauan di lapangan, sampah rumah tangga, limbah makanan, plastik hingga kardus tampak menggunung di pinggir jalan kawasan ruko. Sebagian sampah bahkan sudah berserakan keluar dari tempat penampungan.
Joko, karyawan salah satu tempat makan di kawasan Botania 1, terpaksa membuang sampah ke lokasi lain agar tidak semakin menumpuk di depan tempatnya bekerja.
“Kalau dibiarkan menumpuk, lalat makin banyak datang. Pelanggan juga jadi risih,” ujarnya.
Baca Juga: Genangan Air Tutupi Jalan Rusak di Jalan Yos Sudarso Bikin Pemotor Tergelincir
Menurut dia, kondisi tersebut menjadi yang paling lama terjadi dibanding biasanya. Sebab, sampah di kawasan itu umumnya rutin diangkut setiap satu minggu sekali.
“Biasanya paling seminggu sudah diangkut. Tapi ini sudah hampir dua pekan belum juga diambil, jadi sampah makin banyak,” katanya.
Ia mengatakan, bau menyengat mulai terasa terutama saat siang hari. Kondisi itu juga mengganggu kenyamanan pengunjung tempat makan di sekitar lokasi.
Hal senada disampaikan Yogi, warga lainnya. Ia mengaku kecewa karena hingga akhir pekan sampah masih belum diangkut. Padahal, warga berharap pengangkutan dilakukan sebelum tumpukan semakin parah.
“Kirain karena akhir pekan bakal diangkut. Tapi sampai sekarang masih dibiarkan menumpuk,” ujarnya.
Baca Juga: Pemko Batam Gandeng BRK, Pinjaman UMKM Bunga 0 Persen Makin Mudah
Sebelumnya, warga Botania 1 juga mengeluhkan tumpukan sampah yang diduga sudah lebih dari sepekan tidak diangkut. Sampah yang meluber hingga ke jalan itu memicu banyak lalat dan aroma busuk di sekitar permukiman maupun tempat usaha.
Warga berharap instansi terkait segera melakukan pengangkutan agar kondisi lingkungan kembali bersih dan aktivitas masyarakat tidak terganggu.
“Kalau dibiarkan terus, makin parah. Apalagi ini dekat tempat usaha dan rumah warga,” tutup Yogi. (*)



