
batampos – Aksi pencurian dengan pemberatan yang menyasar kawasan perumahan mewah di Batam akhirnya berhasil diungkap jajaran Polresta Barelang. Seorang pria berinisial MAR (20) ditangkap setelah diduga berulang kali melakukan pencurian barang berharga dari kendaraan yang terparkir di rumah-rumah elite. Pengungkapan kasus tersebut disampaikan langsung Kapolresta Barelang Anggoro Wicaksono saat konferensi pers di Mapolresta Barelang, Senin (25/5).
Kasus itu bermula dari laporan seorang warga berinisial YC yang menjadi korban pencurian di kawasan perumahan mewah wilayah Batam Kota. Peristiwa terjadi pada 26 Maret 2026 sekitar pukul 17.00 WIB saat korban baru pulang ke rumah dan memarkirkan mobilnya di depan rumah dalam kondisi terkunci seadanya.
Namun, keesokan paginya pada 27 Maret 2026, korban mendapati pintu mobil telah terbuka dan sejumlah barang berharga yang berada di dalam kendaraan raib. Barang yang hilang di antaranya satu unit laptop, iPad Apple, dan kacamata. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp15 juta dan langsung melaporkannya ke Polsek Batam Kota.
Menindaklanjuti laporan itu, Tim Jatanras Polresta Barelang bersama Unit Reskrim Polsek Batam Kota bergerak melakukan penyelidikan intensif. Dari hasil penelusuran dan pengumpulan informasi di lapangan, polisi akhirnya berhasil mengetahui keberadaan pelaku pada 24 Mei 2026.
“Tersangka berhasil diamankan di salah satu hotel kawasan Lubuk Baja,” ujar Kombes Pol Anggoro Wicaksono dalam konferensi pers tersebut. Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengakui perbuatannya dan menjalankan aksi pencurian dengan cara berkeliling masuk ke kawasan perumahan elite untuk mencari sasaran kendaraan yang tidak terkunci.
Kapolsek Batam Kota AKP Benny Syahrizal menjelaskan, pelaku biasanya masuk ke kompleks perumahan melalui jalur belakang guna menghindari pengawasan petugas keamanan. Setelah berada di dalam kawasan, pelaku melakukan sweeping kendaraan dan memeriksa mobil yang pintunya tidak terkunci.
“Kalau ada barang berharga langsung diambil. Tapi kalau tidak ada, biasanya ditinggalkan begitu saja,” ujar AKP Benny Syahrizal. Ia menambahkan, pihaknya juga menerima beberapa laporan serupa dari perumahan lain yang mengaku sempat kemasukan pencuri dengan modus yang hampir sama.
Menurut polisi, pelaku cenderung memilih kawasan rumah mewah karena dianggap memiliki peluang lebih besar menemukan barang bernilai tinggi di dalam kendaraan korban. Meski demikian, hingga saat ini penyidik masih terus mendalami sepak terjang pelaku untuk mengetahui kemungkinan adanya lokasi kejadian lain maupun keterlibatan pihak lain.
“Sejauh ini tersangka belum tercatat sebagai residivis, namun penyelidikan terus kami kembangkan,” kata Benny.
Polisi juga mengimbau masyarakat, khususnya penghuni perumahan, agar selalu memastikan kendaraan dalam keadaan terkunci dan tidak meninggalkan barang berharga di dalam mobil guna mencegah tindak kejahatan serupa.(*)



