Selasa, 2 Juni 2026

Seluruh Rukun Haji Jemaah Kloter BTH 01 Berjalan Lancar Tanpa Kendala Besar

spot_img

Berita Terkait

Jemaah haji kloter pertama Debarkasi Batam tiba di Asrama Haji Batam, Senin (1/6). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Kepulangan kelompok terbang (Kloter) BTH 01 Debarkasi Batam menandai dimulainya fase pemulangan jemaah haji asal Kepulauan Riau dari Tanah Suci.

Sebanyak 442 jemaah dan petugas tiba dengan selamat di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji 2026.

Di balik kepulangan itu, terdapat catatan penting pelaksanaan haji tahun ini. Secara umum, seluruh rangkaian ibadah dinilai berjalan lancar.

Petugas Haji Daerah (PHD) Kloter BTH 01, Haryun Sagita, mengatakan para jemaah telah menyelesaikan seluruh rukun dan wajib haji tanpa kendala besar.

Menurut dia, koordinasi antara petugas dan jemaah selama pelaksanaan ibadah berlangsung baik, termasuk saat menghadapi puncak kepadatan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

“Secara ibadah semuanya berjalan tuntas dan tidak ada kendala yang berarti. Pelaksanaan haji secara umum berjalan baik,” kata Haryun, Selasa, (2/6).

Menurut Haryun, tugas petugas haji tidak hanya memastikan kelancaran perjalanan ibadah, tetapi juga mendampingi jemaah yang mengalami gangguan kesehatan, lanjut usia, maupun pengguna kursi roda. Pendampingan dilakukan sejak pelaksanaan umrah wajib, tawaf, sa’i hingga prosesi lempar jumrah.

Ia menuturkan, petugas kerap membantu mengantar jemaah ke fasilitas kesehatan, mendampingi pemeriksaan medis, hingga mendorong kursi roda agar para jemaah tetap dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah sesuai kemampuan masing-masing.

“Semua rukun dan sunnah haji kami upayakan tetap terlaksana dengan pendampingan yang maksimal,” ujarnya.

Haryun juga menilai kualitas penyelenggaraan haji tahun ini menunjukkan perbaikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Peningkatan terlihat pada layanan transportasi, akomodasi, serta konsumsi yang diterima jemaah selama berada di Arab Saudi.

Menurut dia, pelayanan pada fase puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina berlangsung lebih tertib sehingga mobilitas jemaah dapat terkelola dengan baik.

“Tahun ini pelayanan sangat baik, mulai dari transportasi, hotel hingga makanan. Saat puncak ibadah di Arafah, seluruh layanan juga berjalan tertib,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Haryun turut menjelaskan kronologi wafatnya Ahmad Fajar, jemaah asal Kabupaten Lingga yang juga anggota DPRD Lingga.

Menurut dia, Ahmad Fajar dalam kondisi sehat setelah menjalani wukuf di Arafah dan berada di Mina untuk melaksanakan rangkaian ibadah berikutnya.

Saat jutaan jemaah bergerak menuju kawasan Jamarat untuk melaksanakan lempar jumrah, situasi di Mina menjadi sangat padat.

Di tengah kepadatan tersebut, Ahmad Fajar sempat membantu jemaah lain yang mengalami gangguan kesehatan. Namun, diduga akibat kelelahan fisik di tengah arus massa yang sangat besar, ia kemudian terjatuh dan kehilangan kesadaran.

“Beliau dalam kondisi sehat dan bahkan sempat membantu jemaah lain yang sakit. Namun karena kondisi sangat padat dan diduga kelelahan, beliau kemudian jatuh dan tidak sadarkan diri,” kata Haryun.

Setelah mendapat pertolongan medis dan dirujuk ke rumah sakit, kondisi Ahmad Fajar terus menurun. Ia akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada hari yang sama.

“Siang hari beliau tumbang dan menjelang Magrib dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya.

Selain satu jemaah yang wafat, dua jemaah asal Tanjungpinang hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi.

Salah satunya adalah Siti Rahel yang mengalami cedera setelah terpeleset di kamar mandi. Insiden itu terjadi ketika kondisi fisiknya menurun akibat kelelahan selama menjalankan rangkaian ibadah.

Sementara seorang jemaah lainnya, Latifa, mengalami gangguan kesehatan sejak perjalanan dari Madinah menuju Makkah. Kondisinya kemudian memburuk sehingga harus mendapatkan penanganan intensif di rumah sakit.

Haryun menjelaskan, setelah masa tugas petugas kloter berakhir dan rombongan dipulangkan ke Indonesia, penanganan kedua jemaah tersebut sepenuhnya dilanjutkan oleh tim kesehatan haji dan petugas sektor yang masih bertugas di Arab Saudi.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji Kepulauan Riau, Muhammad Syafi’i, mengatakan Kloter BTH 01 semula berjumlah 445 orang. Namun hanya 442 orang yang kembali bersama rombongan.

“Tiga jemaah tidak dapat pulang bersama kloter karena dua orang masih dirawat di rumah sakit dan satu orang meninggal dunia di Arab Saudi,” kata Syafi’i.

Ia menambahkan, proses pemulangan jemaah haji melalui Debarkasi Batam akan berlangsung secara bertahap hingga akhir Juni 2026. Sebanyak 25 kloter dijadwalkan tiba di Indonesia melalui Bandara Hang Nadim Batam.(*)

ReporterAzis Maulana
spot_img

UPDATE

Play sound