batampos – PT Air Batam Hilir (ABH) mengungkap penyebab kebocoran berulang pada pipa distribusi utama SPAM Batam yang berada di kawasan Simpang Kepri Mall, tepatnya di depan Informa. Gangguan tersebut berdampak pada distribusi air bersih ke sejumlah wilayah pelayanan di Kota Batam.
Dalam keterangan resminya, ABH menjelaskan bahwa kebocoran pertama terjadi pada jalur pipa distribusi utama yang berfungsi menyalurkan air bersih ke berbagai kawasan pelanggan. Setelah menerima laporan, tim teknis segera melakukan investigasi dan menyelesaikan pekerjaan perbaikan pada Senin (8/6/2026).
Namun, pada Rabu (10/6/2026), kebocoran kembali terjadi di titik yang sama. Hasil evaluasi teknis sementara menunjukkan bahwa kondisi tanah di sekitar lokasi masih lembek dan labil akibat rembesan air yang terjadi sebelumnya.
Kondisi tersebut menyebabkan badan pipa dan konstruksi penahan pipa (thrust block) mengalami pergeseran. Akibatnya, sambungan pipa berubah posisi dan memicu kebocoran kembali pada lokasi yang sama.
“Pergeseran badan pipa dan thrust block akibat kondisi tanah yang belum stabil menjadi faktor utama kebocoran kembali terjadi,” demikian penjelasan ABH.
Untuk mengatasi persoalan tersebut secara menyeluruh, ABH menerapkan metode perbaikan yang lebih komprehensif guna memastikan keandalan sistem perpipaan dalam jangka panjang.
Tim teknis telah menyelesaikan proses fabrikasi atau perakitan komponen perpipaan yang akan digunakan untuk mengganti dan menyesuaikan bagian jaringan yang terdampak. Setelah seluruh komponen siap, pekerjaan dilanjutkan dengan pengurasan air yang masih menggenang di area kebocoran agar proses perbaikan dapat dilakukan secara aman dan optimal.
Tahapan berikutnya adalah penyambungan pipa hasil fabrikasi ke jaringan eksisting. Proses ini diperkirakan membutuhkan waktu sekitar empat hingga enam jam.
Setelah penyambungan selesai, tim akan melakukan penguatan konstruksi dengan memasang penahan tambahan di belakang thrust block beton pada pipa Tee DN 800 milimeter. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan stabilitas jaringan dan mengurangi risiko pergeseran pipa akibat kondisi tanah di masa mendatang.
Selain perbaikan jangka pendek, ABH juga tengah menyiapkan rencana relokasi atau penyesuaian sebagian jalur pipa di kawasan tersebut sebagai solusi permanen guna meminimalkan potensi gangguan serupa.
Usai seluruh pekerjaan rampung, aliran air akan dibuka secara bertahap dan dilakukan pengujian serta observasi selama kurang lebih dua jam untuk memastikan seluruh sambungan dalam kondisi aman dan bebas dari kebocoran lanjutan.
Apabila hasil pengujian menunjukkan kondisi normal, distribusi air akan kembali dioperasikan secara penuh. ABH menargetkan proses pembukaan aliran dimulai pada Kamis (11/6/2026) pukul 18.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan tahap pemulihan tekanan (recovery) hingga distribusi air kembali normal secara bertahap kepada pelanggan.
Dalam pelaksanaan pekerjaan, ABH menegaskan seluruh tahapan dilakukan dengan mengutamakan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), baik bagi petugas maupun masyarakat di sekitar lokasi.
ABH juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang terdampak gangguan layanan dan memastikan akan terus memberikan informasi perkembangan pekerjaan secara berkala hingga proses perbaikan selesai sepenuhnya.
“PT Air Batam Hilir berkomitmen menangani permasalahan ini secara menyeluruh, transparan, dan berkelanjutan agar layanan distribusi air dapat kembali normal dan andal bagi seluruh pelanggan,” tulis ABH dalam keterangannya. (*)

