
Foto: Eusebius Sara / Batam Pos
batampos – Momentum malam 1 Muharam 1448 Hijriah dimanfaatkan ratusan warga binaan di kawasan Pusat Rehabilitasi Sosial Non Panti (PRSNP) Teluk Pandan, Tanjung Uncang, Kota Batam, untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kegiatan dzikir, doa bersama, serta tausiah keagamaan digelar di Masjid Nurul Iman sebagai bentuk refleksi dan harapan menyambut tahun baru Islam.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut diikuti seluruh warga binaan yang berada di lingkungan PRSNP Teluk Pandan. Mereka bersama-sama memanjatkan doa agar diberikan keberkahan, kesehatan, dan kehidupan yang lebih baik pada tahun yang baru.
Tausiah disampaikan oleh Ustaz Syuhada Ullah yang mengajak seluruh jamaah menjadikan pergantian tahun Hijriah sebagai momentum untuk memperbaiki diri. Menurutnya, malam 1 Muharam bukan sekadar pergantian kalender Islam, tetapi juga waktu yang tepat untuk melakukan introspeksi dan memperkuat keimanan.
“Semoga tahun baru Islam ini menjadi momen yang baik bagi kita semua untuk memperbaiki diri, meningkatkan ibadah, dan meninggalkan hal-hal yang kurang baik di masa lalu,” pesan Ustaz Syuhada Ullah di hadapan para jamaah.
Ketua Masjid Nurul Iman kawasan Teluk Pandan (Sintai), Darianto, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, masjid selalu terbuka untuk menjadi pusat pembinaan spiritual dan kegiatan keagamaan bagi masyarakat, termasuk warga binaan di kawasan rehabilitasi sosial.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Pusat Rehabilitasi Sosial Non Panti (PRSNP) Kota Batam, Heri G. Manimalai, menyatakan dukungannya terhadap berbagai kegiatan keagamaan yang rutin dilaksanakan. Ia menegaskan bahwa pembinaan di kawasan PRSNP tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan dan sosial, tetapi juga kebutuhan rohani para warga binaan.
Heri menjelaskan, saat ini terdapat 17 bar yang masih aktif di kawasan rehabilitasi tersebut dengan jumlah warga binaan sekitar 300 orang. Karena itu, pihaknya terus berupaya memastikan seluruh penghuni mendapatkan perhatian yang seimbang, baik dari sisi kesehatan, sosial, maupun spiritual.
Salah seorang warga binaan, Anita, mengaku kegiatan seperti ini sudah menjadi rutinitas yang selalu dinantikan. Menurutnya, berkumpul bersama untuk bersholawat, berdzikir, dan berdoa di masjid memberikan ketenangan batin serta mempererat kebersamaan antarwarga binaan. “Kegiatan seperti ini sangat bagus dan memberi semangat bagi kami untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.(*)

