Selasa, 23 Juni 2026

Soroti Dugaan Prostitusi hingga Masalah Parkir, Ratusan Warga Geruduk Penginapan di Cikitsu

Berita Terkait

Warga menggeruduk sebuah penginapan RedDoorz yang beroperasi di kawasan ruko Cikitsu, Sabtu (20/6) malam.

batampos – Situasi di kawasan Perumahan Cikitsu, Batam Center, sempat memanas pada Sabtu (20/6) malam. Ratusan warga mengepung dan menggeruduk sebuah penginapan RedDoorz yang beroperasi di kawasan ruko perumahan tersebut.

Aksi tersebut dipicu oleh akumulasi keluhan warga terhadap aktivitas penginapan yang dinilai telah mengganggu kenyamanan lingkungan.

Ketua RW 13 Cikitsu, Muhajir, mengungkapkan sedikitnya terdapat lima persoalan yang menjadi pemicu kemarahan warga.

Persoalan pertama berkaitan dengan lahan parkir. Menurutnya, kendaraan tamu penginapan kerap diparkir berlapis hingga memakan badan jalan dan mempersempit akses keluar masuk warga.

Baca Juga: Disdik Kepri: Peminat SMK Membeludak, Banyak SMA di Batam Sepi Pendaftar

Selain itu, warga juga mempersoalkan adanya pembuatan sumur bor yang diduga dilakukan secara sepihak oleh pihak penginapan untuk memenuhi kebutuhan air bersih usaha mereka.

“Masalah ini sudah lama dikeluhkan warga karena berdampak pada lingkungan sekitar,” ujarnya.

Keluhan berikutnya menyangkut aktivitas keluar-masuk tamu yang dinilai mencurigakan. Warga mengaku sering melihat orang-orang yang tidak dikenal datang dan menginap di lokasi tersebut.

Tak hanya itu, warga juga menduga adanya praktik prostitusi atau pasangan yang bukan suami istri menginap bersama di penginapan tersebut. Dugaan itu muncul karena warga kerap mendapati perempuan berpakaian minim keluar dari penginapan pada waktu dini hari hingga setelah salat subuh.

“Hal-hal seperti itu yang membuat keresahan di tengah masyarakat,” kata Muhajir.

Puncak ketegangan terjadi setelah warga menilai pengelola penginapan tidak mengindahkan teguran yang sebelumnya telah disampaikan oleh perangkat RT dan RW setempat. Bahkan, menurut warga, pengelola menunjukkan sikap yang dianggap tidak kooperatif saat diminta menyelesaikan persoalan tersebut.

Baca Juga: Bus Rombongan Wisata Kecelakaan di Pantai New Melur Galang, Korban Masih Didata

Meski sempat memanas, aksi protes berlangsung tanpa kericuhan. Aparat kepolisian yang berada di lokasi langsung melakukan pengamanan dan memfasilitasi dialog antara warga dan pihak pengelola.

Kanit Reskrim Polsek Batam Kota, Iptu Rahmat Susanto, mengatakan persoalan tersebut telah dimediasi dan akan dibahas lebih lanjut bersama pihak terkait, termasuk Pemerintah Kota Batam.

“Permasalahan ini sudah didudukkan antara pengelola dan warga. Selanjutnya akan dibahas bersama pihak terkait, termasuk Pemko Batam,” ujarnya.

Rahmat memastikan situasi selama aksi berlangsung tetap kondusif dan tidak ditemukan tindakan anarkis dari massa.

“Kita sifatnya pengamanan. Situasi tetap kondusif, tidak ada yang anarkis,” katanya. (*)

UPDATE