Sabtu, 27 Juni 2026

DLH akan Tempatkan 140 Bin Kontainer di Permukiman

Berita Terkait

Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam menempatkan bin kontainer di Dataran Engku Putri Batam Center. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengubah strategi penanganan sampah di kawasan permukiman. Jika sebelumnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berencana membangun Tempat Penampungan Sementara (TPS) di setiap perumahan, kini rencana tersebut dialihkan dengan penyediaan 140 unit bin kontainer yang akan ditempatkan di berbagai kawasan permukiman.

‎Kepala DLH Kota Batam, Dohar Mangalondo Hasibuan, mengatakan perubahan kebijakan itu dilakukan setelah menerima masukan dari masyarakat yang lebih menginginkan penggunaan bin kontainer dibanding pembangunan TPS permanen.

‎”Rupanya masyarakat lebih menginginkan bin kontainer, bukan bak TPS seperti yang kami rencanakan sebelumnya,” kata Dohar kepada Batam Pos, Jumat (26/6).

‎Menurut dia, saat ini DLH tengah menyiapkan pengadaan sekitar 140 unit bin kontainer yang nantinya akan didistribusikan ke sejumlah perumahan di Batam sebagai tempat penampungan sampah sebelum diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

‎Ia memastikan program tersebut akan direalisasikan dalam waktu dekat. “Dalam waktu dekat akan kami realisasikan,” ujarnya.

‎Meski demikian, Dohar belum dapat memastikan jadwal pasti pelaksanaan program tersebut. Saat ini proses pengadaan masih berada pada tahap negosiasi dengan penyedia.

‎Ia juga belum bersedia mengungkap besaran anggaran yang disiapkan karena nilai kontrak masih dalam pembahasan.

‎”Anggarannya sudah tersedia. Kami masih bernegosiasi dengan pihak pembuat bin kontainer, sehingga total nilainya belum bisa kami sampaikan karena prosesnya belum selesai,” katanya.

‎Selain menyiapkan fasilitas baru, DLH juga mengklaim sistem pengangkutan sampah di Batam mulai mengalami perbaikan dibandingkan sebelumnya.

‎Menurut Dohar, frekuensi pengangkutan sampah di sejumlah kawasan perumahan telah ditingkatkan. “Kalau sebelumnya hanya dua kali dalam seminggu, sekarang sudah tiga kali, bahkan di beberapa lokasi bisa empat kali dalam sepekan,” ujarnya.

‎Meski demikian, ia mengakui masih terdapat kendala di lapangan yang menyebabkan jadwal pengangkutan tidak selalu berjalan sesuai rencana.

‎Faktor cuaca, terutama hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung beberapa hari berturut-turut, menjadi salah satu penyebab keterlambatan armada mengangkut sampah.

‎”Kalau hujan terus-menerus memang cukup menyulitkan petugas. Tetapi kalau kondisi cuaca mendukung, kami berupaya pengangkutan tetap berjalan sesuai jadwal,” kata Dohar.

‎Persoalan sampah masih menjadi salah satu keluhan utama masyarakat Batam dalam beberapa bulan terakhir. Sejumlah titik penumpukan sampah di kawasan permukiman sempat memicu keluhan warga karena menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu kebersihan lingkungan.

‎Melalui penyediaan bin kontainer dan peningkatan frekuensi pengangkutan, DLH berharap penanganan sampah di tingkat permukiman dapat berjalan lebih tertata sekaligus mengurangi penumpukan sampah di ruang-ruang publik.(*)

ReporterM. Sya’ban

UPDATE