Jumat, 3 Juli 2026

278 Warga Batam Berangkat Kerja ke Luar Negeri, Malaysia Masih Jadi Primadona

Berita Terkait

Ilustrasi: Pendampingan pemberangkatan PMI asal Batam yang akan berangkat ke Malaysia dari Batam, Kepri, Selasa (12/8/2025). Batam kembali mengirimkan ratusan tenaga kerja keluar negeri tahun ini. (ANTARA/HO-Disnaker Batam)

batampos – Minat warga Kota Batam untuk bekerja di luar negeri terus menunjukkan tren positif. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, sebanyak 278 pekerja migran asal Batam telah diberangkatkan ke berbagai negara melalui jalur resmi, dengan Malaysia masih menjadi negara tujuan utama.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Yudi Suprapto, mengatakan penempatan pekerja migran dilakukan melalui prosedur resmi dan diawasi pemerintah untuk memastikan perlindungan bagi para pekerja.

Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (Sisko P2MI), dari total 278 pekerja migran tersebut terdiri atas 153 laki-laki dan 125 perempuan.

“Malaysia menjadi negara tujuan terbanyak dengan 183 pekerja. Setelah itu Singapura 35 orang, Qatar 21 orang, Hong Kong 16 orang, Taiwan 13 orang, Slovakia tiga orang, Korea Selatan dua orang, Romania dua orang, serta masing-masing satu orang ke Jepang, Arab Saudi, dan Yunani,” ujar Yudi.

Baca Juga: Empat Nelayan Kepri Dipulangkan dari Malaysia

Tak hanya dari sisi negara tujuan, peluang kerja yang tersedia juga cukup beragam. Mayoritas pekerja asal Batam ditempatkan sebagai operator produksi sebanyak 71 orang. Selain itu terdapat 67 pekerja sektor informal, 44 pekerja pertanian, 34 pekerja perkebunan, 14 orang sebagai welder, serta berbagai jenis pekerjaan lainnya.

Menurut Yudi, tingginya minat masyarakat bekerja ke luar negeri membuat Disnaker Batam rutin memfasilitasi pertemuan antara Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dengan calon pekerja melalui kegiatan sosialisasi maupun rekrutmen.

“Permintaan fasilitasi cukup banyak. Kami berupaya semaksimal mungkin menyediakan tempat agar perusahaan penempatan bisa bertemu langsung dengan masyarakat yang berminat bekerja ke luar negeri,” katanya.

Salah satu rekrutmen yang baru digelar dilakukan oleh PT Trias Insan Madani untuk penempatan tenaga kerja ke Jepang. Perusahaan tersebut memiliki kebutuhan lebih dari 2.000 pekerja dan menargetkan merekrut sekitar 100 orang dari Batam.

Dari sekitar 150 pendaftar, sebanyak 47 orang mengikuti tahapan sosialisasi dan selanjutnya diberangkatkan ke Jakarta untuk menjalani pelatihan bahasa Jepang.

Yudi menjelaskan, calon pekerja ke Jepang wajib memiliki kemampuan bahasa Jepang sebagai syarat utama sebelum diberangkatkan.

“Peserta akan mengikuti pelatihan di Lembaga Pelatihan Kerja selama kurang lebih enam bulan hingga memperoleh sertifikat minimal level N4,” ujarnya.

Baca Juga: Kejar Target 3 Juta Wisatawan ke Kepri, Ansar Genjot Event Wisata

Meski demikian, Disnaker Batam mengaku hingga kini belum menerima laporan perkembangan terbaru dari peserta yang sedang menjalani pelatihan tersebut.

Saat ini terdapat delapan P3MI yang berkantor di Batam dan aktif melakukan penempatan pekerja migran ke luar negeri. Selain itu, sejumlah perusahaan penempatan dari luar daerah juga melakukan rekrutmen di Batam untuk penempatan ke negara-negara di Timur Tengah maupun Eropa Timur.

Yudi mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur tawaran bekerja ke luar negeri melalui jalur nonprosedural. Ia menegaskan seluruh proses penempatan harus melalui mekanisme resmi BP3MI dan terdaftar dalam Sisko P2MI agar hak serta perlindungan pekerja tetap terjamin.

“Kalau ingin bekerja ke luar negeri, pastikan melalui jalur resmi. Dengan begitu, seluruh proses penempatan dan perlindungan pekerja dapat dipastikan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya. (*)

UPDATE