
batampos – Politeknik Inovasi Nusantara (Poltevara) memanfaatkan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI) se-Sumatra di Hotel Pasifik Batam, Jumat (26/6), untuk memperkenalkan konsep pendidikan vokasi berbasis teknologi sekaligus membuka peluang kerja sama dengan pemerintah daerah.
Melalui forum yang dihadiri para ketua DPRD kabupaten se-Sumatra itu, Poltevara menawarkan kemitraan dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu menjawab kebutuhan industri, pembangunan daerah, dan perkembangan teknologi.
Wakil Direktur III Poltevara, Arseto H.P., mengatakan tantangan pembangunan ke depan membutuhkan SDM yang adaptif terhadap perubahan teknologi dan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.
Baca Juga: 278 Warga Batam Berangkat Kerja ke Luar Negeri, Malaysia Masih Jadi Primadona
“Daerah membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya siap bekerja hari ini, tetapi juga mampu menjawab tantangan masa depan. Poltevara hadir untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menyiapkan talenta-talenta tersebut,” ujarnya.
Sebagai politeknik yang berfokus pada bidang konstruksi dan infrastruktur, Poltevara menawarkan tiga program studi yang dirancang mengikuti kebutuhan industri, yakni Teknologi Konstruksi, Teknologi Energi Terbarukan, dan Teknologi Kecerdasan Digital.
Program Teknologi Konstruksi disiapkan untuk mencetak tenaga profesional di bidang pembangunan infrastruktur. Sementara Teknologi Energi Terbarukan diarahkan menjawab kebutuhan transisi energi yang kini menjadi salah satu agenda pembangunan nasional.
Adapun Program Teknologi Kecerdasan Digital membekali mahasiswa dengan kompetensi di bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence), transformasi digital, dan keamanan siber yang semakin dibutuhkan dunia industri.
Menurut Arseto, ketiga program studi tersebut disusun untuk menghasilkan lulusan yang mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja dalam jangka panjang seiring berkembangnya investasi dan teknologi di berbagai daerah.
Baca Juga: Dari 60 Ribu Lansia di Batam, Baru 4.000 yang Terima Insentif Pemko
Selain memperkenalkan program pendidikan, Poltevara juga membuka peluang kolaborasi dengan DPRD dan pemerintah daerah dalam pengembangan pendidikan vokasi, peningkatan kompetensi generasi muda, serta penyusunan program pendidikan yang disesuaikan dengan potensi ekonomi masing-masing daerah.
Ia menilai sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah daerah, dan dunia industri menjadi kunci dalam mencetak SDM unggul sekaligus meningkatkan daya saing daerah.
Keikutsertaan Poltevara dalam Rakorwil ADKASI se-Sumatra menjadi bagian dari upaya memperkenalkan pendidikan vokasi berbasis praktik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia usaha.
Melalui pendekatan tersebut, Poltevara berharap dapat berkontribusi dalam mencetak lulusan yang siap bekerja sekaligus mendukung pembangunan daerah dan daya saing nasional. (*)

