
batampos – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mengubah strategi penemuan kasus HIV dengan memperluas layanan skrining hingga ke berbagai hotspot atau lokasi yang menjadi titik penjangkauan kelompok berisiko. Langkah jemput bola ini dilakukan untuk mempercepat deteksi dini sekaligus mengejar target pemeriksaan sebanyak 16.839 orang sepanjang 2026.
Kepala Dinkes Batam, dr. Didi Kusmarjadi, mengatakan penemuan kasus HIV kini tidak lagi hanya mengandalkan masyarakat yang datang ke fasilitas kesehatan. Petugas juga aktif melakukan mobile screening di lapangan, termasuk pemeriksaan HIV sebelum tindakan operasi di rumah sakit.
“Penemuan kasus tidak hanya berasal dari masyarakat yang datang memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Kami juga melakukan skrining sebelum tindakan operasi serta layanan mobile screening di hotspot yang menjadi sasaran penjangkauan petugas kesehatan,” ujarnya, Minggu (12/7).
Baca Juga: Diprotes Warga, BP Batam Verifikasi Izin Pematangan Lahan di Marina City
Menurut Didi, strategi jemput bola diperlukan karena masih banyak kelompok berisiko yang belum memiliki kesadaran untuk melakukan pemeriksaan secara sukarela. Padahal, deteksi dini berperan penting dalam mempercepat pengobatan sekaligus menekan risiko penularan HIV.
Kelompok sasaran skrining meliputi laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL), wanita pekerja seks (WPS), pengguna narkoba suntik, waria, pasien tuberkulosis (TBC), serta kelompok lain yang memiliki faktor risiko tinggi.
Capaian Baru 36 Persen
Meski demikian, Dinkes mengakui pelaksanaan skrining di lapangan masih menghadapi sejumlah tantangan. Penyebaran kelompok sasaran yang berpindah-pindah serta belum terbukanya akses di beberapa hotspot membuat cakupan pemeriksaan belum maksimal.
“Kondisi ini menjadi tantangan kami dalam memperluas cakupan skrining HIV. Karena itu kami terus membangun komunikasi dengan berbagai pihak agar layanan kesehatan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat,” kata Didi.
Hingga Mei 2026, sebanyak 6.144 orang telah menjalani skrining HIV atau sekitar 36 persen dari target tahunan sebanyak 16.839 orang.
Baca Juga: 4 Berita Terpopuler Sepekan di Batam: Polemik Sumur Bor, Tabrakan Maut hingga Lahan Tidur
Meski demikian, Dinkes optimistis target tersebut dapat tercapai karena Batam berhasil memenuhi target skrining hingga 100 persen selama periode 2022–2025.
Data Dinkes menunjukkan, pada 2024 terdapat 15.060 orang yang menjalani skrining HIV dan 822 orang di antaranya dinyatakan positif. Sementara pada 2025 jumlah pemeriksaan meningkat menjadi 15.868 orang, dengan 671 kasus positif yang berhasil ditemukan.
Layanan HIV Terus Diperluas
Untuk mendukung deteksi dini, Pemerintah Kota Batam telah menyediakan berbagai layanan HIV di fasilitas kesehatan.
Saat ini terdapat 32 layanan Care Support Treatment (CST) bagi orang dengan HIV (ODHIV) serta 36 layanan Voluntary Counseling and Testing (VCT) yang tersebar di 21 puskesmas, 13 rumah sakit, satu klinik rumah tahanan, dan satu klinik lembaga pemasyarakatan.
Selain itu, seluruh puskesmas di Batam juga telah menyediakan layanan infeksi menular seksual (IMS). Pemeriksaan viral load tersedia di RS Budi Kemuliaan Batam dan RSUD Embung Fatimah, sedangkan layanan Pre-Exposure Prophylaxis (PrEP) telah tersedia di delapan puskesmas dan lima rumah sakit untuk kelompok berisiko tinggi.
Baca Juga: LLDIKTI XVII Resmi Serahkan SK Pendirian POLTEVARA ke Yayasan PGS
Didi mengimbau masyarakat yang memiliki faktor risiko agar tidak ragu memanfaatkan layanan skrining HIV yang telah disediakan pemerintah.
“Semakin cepat diketahui, semakin cepat pula pasien mendapatkan pengobatan. Dengan begitu kualitas hidup dapat dipertahankan dan risiko penularan kepada orang lain juga bisa ditekan,” ujarnya. (*)

