
batampos – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mulai membangun gedung permanen SMKN 13 Batam di Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, sebagai upaya menambah kapasitas pendidikan vokasi. Langkah ini diambil menyusul tingginya minat lulusan SMP yang memilih melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur Kepri Ansar Ahmad bersama jajaran pemerintah daerah pada Senin (13/7). Gedung baru tersebut ditargetkan selesai pada 2026 dan mulai digunakan pada tahun ajaran berikutnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung, mengatakan tren peminat SMK di Batam terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi itu tercermin dari data Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang menunjukkan mayoritas calon siswa memilih pendidikan vokasi.
“Berdasarkan data terbaru, sebanyak 68 persen calon peserta didik memilih melanjutkan ke SMK, sedangkan yang memilih SMA sekitar 32 persen. Karena itu, Pemprov Kepri membangun SMKN 13 Batam untuk memenuhi kebutuhan calon peserta didik di wilayah ini,” ujar Andi.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Kepri mengalokasikan anggaran sekitar Rp5 miliar untuk pembangunan sekolah tersebut. Proses konstruksi akan segera dimulai dengan target penyelesaian pada tahun ini agar dapat dimanfaatkan siswa pada tahun ajaran mendatang.
“Alhamdulillah, pengerjaan akan segera dimulai. Insyaallah selesai sesuai target sehingga anak-anak kita dapat belajar di gedung sekolah yang baru,” katanya.
Saat ini, SMKN 13 Batam memiliki sekitar 480 siswa dengan empat program keahlian, yaitu Teknik Pengelasan, Teknik Industri, Informatika, serta Teknik Komputer dan Jaringan.
Komitmen Perluas Akses Pendidikan Vokasi
Gubernur Kepri Ansar Ahmad menegaskan pembangunan SMKN 13 Batam merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Ia mengatakan pemerintah terus membangun Unit Sekolah Baru (USB) maupun Ruang Kelas Baru (RKB) untuk mengimbangi pertumbuhan jumlah peserta didik setiap tahun.
“Pembangunan sekolah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat. Dukungan pemerintah pusat juga sangat penting agar pembangunan sarana pendidikan dapat terus berjalan,” ujar Ansar.
Selain membangun infrastruktur, Pemprov Kepri juga berupaya meningkatkan pemerataan tenaga pendidik agar kualitas layanan pendidikan semakin merata di seluruh kabupaten dan kota.
Ansar menjelaskan pembangunan SMKN 13 Batam dibiayai melalui skema pinjaman daerah senilai sekitar Rp5 miliar. Pemerintah menargetkan gedung sekolah tersebut dapat diresmikan pada November 2026.
“Target November sudah bisa diresmikan sehingga fasilitas ini segera dimanfaatkan oleh para siswa,” katanya.
Menurut Ansar, penyediaan fasilitas pendidikan merupakan tanggung jawab pemerintah daerah. Tingginya minat masyarakat terhadap pendidikan vokasi menjadi dasar bagi Pemprov Kepri untuk terus menambah kapasitas SMK agar mampu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
“Kepri menyiapkan pendidikan vokasi untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja. Karena itu animo masyarakat terhadap SMK sangat tinggi,” ujarnya.
Selain pembangunan sekolah baru, pemerintah daerah juga telah melakukan konversi dua sekolah menyesuaikan kebutuhan masyarakat sebagai bagian dari pemerataan layanan pendidikan. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Kepulauan Riau. (*)

