
batampos – Di tengah tekanan inflasi yang masih membayangi Kota Batam, masyarakat diminta tidak khawatir terhadap ketersediaan bahan pokok. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam memastikan stok berbagai komoditas pangan strategis, seperti beras, minyak goreng, gula pasir, hingga kebutuhan pokok lainnya, dalam kondisi aman dan diperkirakan mencukupi hingga akhir tahun 2026.
Kepastian tersebut merupakan hasil pemantauan rutin yang dilakukan Disperindag terhadap distributor bahan pokok di Kota Batam. Pemerintah daerah memastikan rantai pasok masih berjalan lancar sehingga belum ada indikasi kelangkaan barang di pasaran.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Disperindag Kota Batam Suhar melalui Kepala Bidang Perdagangan Wahyu Daryatin mengatakan pihaknya secara berkala melakukan koordinasi dengan distributor untuk memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga.
“Berdasarkan hasil pemantauan kami, stok beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan pokok lainnya masih dalam kondisi aman hingga akhir tahun,” kata Wahyu, Selasa (14/7).
Baca Juga: Pasar Murah Bersubsidi Ludes Diserbu, Warga Minta Pemko Batam Tambah Kuota
Ia menjelaskan, Disperindag tidak hanya memantau ketersediaan stok, tetapi juga terus mengawasi perkembangan harga bahan pokok di pasar. Pemantauan harga dilakukan sebanyak tiga kali dalam sepekan, sedangkan pengawasan stok di tingkat distributor dilakukan dua kali setiap pekan.
Langkah tersebut bertujuan agar pemerintah dapat mendeteksi lebih awal apabila terjadi gangguan distribusi ataupun penurunan stok yang berpotensi memicu lonjakan harga.
“Koordinasi dengan distributor terus kami lakukan agar pasokan tetap tersedia. Dengan begitu, kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan tidak terjadi kelangkaan,” ujarnya.
Meski stok dipastikan aman, Wahyu mengakui harga sejumlah komoditas masih mengalami fluktuasi. Cabai menjadi salah satu komoditas yang mengalami kenaikan harga dan turut memberikan andil terhadap inflasi Kota Batam.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Kota Batam pada Juni 2026 tercatat sebesar 4,75 persen secara tahunan (year on year/yoy). Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat berbagai langkah pengendalian inflasi, terutama pada sektor pangan.
Baca Juga: Kasus Penganiayaan Bripda Natanael: Keluarga Minta Pelaku Dihukum Mati
Menurut Wahyu, menjaga ketersediaan pasokan menjadi salah satu strategi utama pemerintah dalam mengendalikan inflasi. Sebab, ketika stok tetap terjaga, risiko lonjakan harga akibat kelangkaan barang dapat diminimalkan.
Selain memastikan distribusi berjalan lancar, Pemerintah Kota Batam juga melakukan intervensi melalui program pasar murah bersubsidi yang merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Batam dalam rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Sebanyak 25 ribu paket sembako disiapkan untuk masyarakat. Program pasar murah ini diharapkan mampu membantu menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan pokok tetap mudah diakses di tengah tekanan inflasi.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena pasokan bahan pokok dipastikan masih mencukupi hingga penghujung tahun. (*)

