Rabu, 15 Juli 2026

Pasar Murah Bersubsidi Ludes Diserbu, Warga Minta Pemko Batam Tambah Kuota

Berita Terkait

Sejumlah warga membeli sembako di pasar murah yang digelar oleh Disperindag Pemko Batam di Kecamatan Bengkong, Selasa (14/7). F.Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Program Pasar Murah Bersubsidi Tahap II Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Kota Batam mendapat sambutan tinggi dari masyarakat. Sebanyak 25 ribu paket sembako yang disalurkan ke 43 kelurahan di sembilan kecamatan habis ditebus warga hanya dalam enam hari pelaksanaan.

‎Antusiasme warga bahkan melampaui perkiraan pemerintah. Di hampir seluruh lokasi pembagian, masyarakat meminta kuota tambahan karena paket sembako bersubsidi langsung habis.

‎Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Suhar, melalui Kepala Bidang Perdagangan Wahyu Daryatin, mengatakan Selasa (14/7) menjadi hari terakhir pelaksanaan pasar murah tahap kedua.

‎”Hari ini penutupan di Kecamatan Bengkong dan Lubuk Baja. Total keseluruhan sudah mencapai 25 ribu paket,” kata Wahyu kepada Batam Pos, Selasa.

Baca Juga: Cegah Kenakalan Remaja dan Bullying, Polsek Sekupang Bina 120 Santri Darul Hikam

Pada hari terakhir, pembagian dipusatkan di dua kecamatan tersebut. ‎Di Kecamatan Bengkong, sebanyak 1.500 paket dibagikan, masing-masing 750 paket di Kelurahan Sadai dan 750 paket di Kelurahan Tanjung Buntung. Lokasi terakhir sekaligus menjadi tempat pelaksanaan seremoni penutupan di kawasan Golden Beach Golden Prawn.

‎Sementara di Kecamatan Lubuk Baja, pemerintah menyalurkan 2.750 paket yang tersebar di lima kelurahan, yakni Tanjung Uma, Baloi Indah, Lubuk Baja Kota, Batu Selicin, dan Kampung Pelita.

‎Sebelumnya, pada Senin (13/7), Disperindag juga membagikan 2.550 paket di Kecamatan Sungai Beduk, meliputi Kelurahan Tanjung Piayu, Duriangkang, Mangsang, dan Muka Kuning.

‎Menurut Wahyu, pola pelaksanaan dilakukan selama empat hari pada pekan pertama, kemudian dilanjutkan dua hari pada pekan kedua setelah jeda akhir pekan. Ia mengatakan seluruh paket yang disediakan pemerintah habis tersalurkan.

‎”Antusias masyarakat luar biasa. Semua paket habis. Bahkan banyak warga yang meminta agar jumlah paket ditambah,” ujarnya.

Baca Juga: Disebut Terduga Otak Pelaku Pembobolan, Warga Batam Polisikan Pengunggah Berita

Program pasar murah ini merupakan bentuk subsidi langsung dari Pemerintah Kota Batam kepada masyarakat.

‎Setiap paket berisi 10 kilogram beras, dua kilogram tepung terigu, dan satu kilogram gula pasir. Seluruh paket tersebut dapat ditebus masyarakat dengan harga Rp100 ribu saja, jauh di bawah harga pasar.

‎Menurut Wahyu, program tersebut tidak hanya bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi salah satu instrumen pengendalian inflasi daerah sekaligus menjaga daya beli warga.

‎”Minimal program ini bisa membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok sekaligus menjaga daya beli,” katanya.

‎Program tersebut dilaksanakan berdasarkan keputusan yang ditandatangani Pelaksana Tugas Kepala Disperindag Kota Batam, Suhar. Melihat tingginya respons masyarakat, Disperindag berencana mengusulkan Pasar Murah Bersubsidi Tahap III melalui APBD Perubahan 2026.

‎Jika anggaran disetujui, program tersebut akan kembali digelar menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

‎”Rencananya tahap ketiga kami usulkan melalui APBD Perubahan. Kalau disetujui, pelaksanaannya menjelang Natal agar masyarakat kembali mendapatkan bantuan sembako bersubsidi,” kata Wahyu. (*)

UPDATE

Play sound