
batampos – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Perikanan (Diskan) mengusulkan pembangunan enam Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) pada 2026. Hingga saat ini, empat lokasi telah menjalani survei topografi oleh tim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai tahap awal penentuan lokasi pembangunan.
Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Admajianto, mengatakan pembahasan usulan KNMP 2026 menjadi salah satu agenda dalam pertemuan Menteri Kelautan dan Perikanan dengan Gubernur Kepulauan Riau serta kepala daerah se-Kepri pada Jumat (17/7).
“Tim dari Pemprov Kepri bersama kabupaten/kota bertemu dengan Menteri Kelautan dan Perikanan untuk membahas usulan Kampung Nelayan Merah Putih tahun ini dan rencana pengadaan aset lainnya,” kata Yudi, Selasa (21/7).
Enam Lokasi Diusulkan
Pemko Batam mengusulkan pembangunan KNMP di enam kawasan pesisir, yakni:
- Ngenang, Kecamatan Nongsa
- Kampung Bagan, Kecamatan Sungai Beduk
- Karas, Kecamatan Galang
- Temoyong, Kecamatan Bulang
- Bulang, Kecamatan Bulang
- Pulau Terung, Kecamatan Belakang Padang
Dari enam lokasi tersebut, empat telah menjalani survei topografi bersama tim KKP dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Riau.
“Empat lokasi sudah disurvei topografi, sementara dua lokasi lainnya masih menunggu jadwal dari KKP dan DKP Provinsi,” ujar Yudi.
Adapun dua lokasi yang masih menunggu survei adalah Ngenang di Kecamatan Nongsa dan Kampung Bagan di Kecamatan Sungai Beduk.
KNMP 2025 Tinggal Tunggu Serah Terima Aset
Yudi juga menyampaikan perkembangan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih tahun 2025 di Batam. Tiga lokasi yang dibangun, yakni Pulau Kasu, Sekanak Raya, dan Tanjung Banun, telah selesai secara fisik.
Namun, seluruh fasilitas tersebut masih menunggu proses penyerahan aset dari KKP kepada Pemerintah Kota Batam.
“Saat ini masih dalam proses penyusunan draft penyerahan aset. Untuk jadwal penyerahannya kami masih menunggu dari KKP,” katanya.
Sebagian Fasilitas Sudah Dimanfaatkan
Meski belum diserahterimakan secara resmi, beberapa fasilitas KNMP telah dimanfaatkan oleh koperasi nelayan.
Fasilitas yang telah digunakan antara lain:
- Sentra kuliner
- Pelantar
- Musala
- Kantor pengelola
Sementara itu, pabrik es dan cold storage belum dapat beroperasi penuh karena status asetnya masih dipinjam-pakaikan oleh KKP.
“Yang sudah berjalan baru sentra kuliner, pelantar, musala, dan kantor. Sedangkan pabrik es serta cold storage belum beroperasi karena asetnya masih dipinjam-pakaikan dari KKP,” jelas Yudi.
Ia berharap proses penyerahan aset dapat segera rampung sehingga seluruh fasilitas di Kampung Nelayan Merah Putih dapat beroperasi optimal dan mendukung peningkatan produktivitas serta kesejahteraan masyarakat pesisir di Batam. (*)

