Kamis, 23 Juli 2026

Pelni Perkuat Sistem Digital, Tiket Kapal Kini Terintegrasi Identitas Penumpang untuk Cegah Calo

Berita Terkait

Petugas Pelni sedang melakukan pengecekan tiket penumpang sebelum memasuki kapal. F. Pelni Batam

batampos – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) terus memperkuat digitalisasi layanan penjualan tiket kapal guna mencegah praktik percaloan dan penyalahgunaan tiket. Salah satu langkah yang diterapkan adalah mengintegrasikan setiap tiket dengan identitas resmi penumpang sehingga hanya dapat digunakan oleh pemilik yang terdaftar.

Kepala Cabang Pelni Batam, Duta Kusuma, mengatakan sistem tersebut diterapkan untuk meningkatkan keamanan transaksi sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat dari praktik calo maupun penipuan tiket.

“Kami menerapkan sistem pembelian tiket yang terintegrasi dengan identitas penumpang, sehingga setiap tiket tercatat atas nama pengguna yang sah,” ujar Duta, Rabu (22/7).

Menurutnya, integrasi data penumpang menjadi salah satu upaya Pelni dalam mempersempit ruang gerak praktik percaloan yang selama ini merugikan calon penumpang.

Masyarakat Diimbau Beli Tiket di Kanal Resmi

Pelni juga mengimbau masyarakat agar hanya membeli tiket melalui aplikasi resmi Pelni maupun jaringan mitra penjualan resmi yang telah bekerja sama dengan perusahaan.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menghindari risiko penipuan maupun pembelian tiket dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

Selain menjamin keaslian tiket, pembelian melalui kanal resmi juga memudahkan penumpang memperoleh informasi terbaru mengenai jadwal keberangkatan, perubahan layanan, hingga proses keberangkatan.

Penjualan Tiket Digital Capai 70 Persen

Duta mengungkapkan transformasi digital telah mengubah pola pembelian tiket kapal oleh masyarakat.

Saat ini sekitar 70 persen penjualan tiket Pelni dilakukan melalui kanal digital, sementara 30 persen sisanya masih dilayani melalui loket penjualan.

“Saat ini sekitar 70 persen penjualan tiket Pelni dilakukan melalui kanal digital, sedangkan sisanya masih melalui loket penjualan,” katanya.

Pelni menilai tingginya transaksi digital dipengaruhi oleh meningkatnya literasi digital masyarakat, kemudahan akses melalui aplikasi dan mitra resmi, serta kebutuhan akan layanan yang lebih cepat, praktis, dan transparan.

Antrean Berkurang, Layanan Lebih Efisien

Digitalisasi juga dinilai mampu mengurangi kepadatan antrean di loket pelabuhan karena calon penumpang dapat membeli tiket kapan saja tanpa harus datang langsung ke kantor Pelni atau pelabuhan.

Selain mempercepat proses pembelian, sistem digital memberikan kemudahan bagi pengguna jasa untuk mengakses informasi perjalanan dan meningkatkan kenyamanan selama menggunakan transportasi laut.

“Selain mempercepat proses pelayanan, sistem tersebut memudahkan penumpang memperoleh informasi perjalanan sekaligus meningkatkan kenyamanan selama menggunakan angkutan laut,” ujar Duta.

Ke depan, Pelni akan terus mengembangkan layanan digital melalui penyempurnaan aplikasi, integrasi sistem pembayaran digital, serta peningkatan layanan informasi pelanggan. Langkah tersebut diharapkan mampu menghadirkan layanan transportasi laut yang lebih aman, mudah, transparan, dan akuntabel bagi masyarakat. (*)

UPDATE