
batampos.co.id – Bandara Internasional Hang Nadim Batam selaku bandara yang diberi izin pemerintah pusat sebagai pintu masuk wisatawan mancanegara (wisman) sudah siap menerima wisman.
Peralatan canggih untuk memastikan wisman negatif atau positif Covid-19 sudah ada.
”Kami telah mempersiapkan prosedur untuk menerima perjalanan dari luar negeri. Alat tes cepat molekuler Id Now sudah ada, dan hanya butuh 15 menit untuk mengetahui hasilnya (negatif atau positif Covid-19, red),” ujar General Manager BUBU Hang Nadim, Bambang Soepriono, Kamis (11/11/2021).
Tes Covid-19 menggunakan Id Now ini, pemeriksaannya mirip dengan tes swab PCR (polymerase chain reaction). Pegambilan sampelnya melalui hidung dan mulut.
”Waktunya lebih cepat, tapi bentuk tesnya sama saja dengan PCR,” kata Bambang.
Ia menyebutkan, ada 10 alat Id Now yang disiapkan di terminal kedatangan internasional yang terletak di A1 dan A2. Alat ini dioperasikan pihak RSBP Batam bekerja sama laboratorium dari Jakarta.
Selain menyiapkan alat tes cepat, Bambang mengaku sudah mengatur alur kedatangan penumpang dari luar negeri.
”Alur penumpang dari luar negeri ini, tidak sama seperti perjalanan dalam negeri. Ada alur khusus yang dibuat sesuai petunjuk dari pemerintah pusat,” jelasnya.
Walaupun sudah mempersiapkan kedatangan penumpang dari luar negeri, namun Bambang mengungkapkan, hingga saat ini belum ada permintaan untuk penerbangan dari luar negeri ke Batam.
”Permintaan untuk penerbangan carter dan rutin juga belum ada,” ucapnya.
Ia mengatakan, pengajuan izin penerbangan membutuhkan waktu lebih dari dua minggu.
”Belum ada flight (penerbangan internasional) ke Batam. Pastinya jika ada, diinformasikan lebih dahulu. Tidak mungkin mendadak,” tuturnya.
Meski begitu, Hang Nadim yang ditetapkan sebagai pintu masuk pelaku perjalanan luar negeri ini, tetap harus siap. Untuk tahap awal, lanjut Benny, dapat digunakan untuk penerbangan umrah.
Bandara Internasional Hang Nadim telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk mengadakan perjalanan umrah.
”Rencananya Desember ini, jadi masih berproses sampai saat ini. Sudah ada tim yang dibuat untuk mematangkan rencana ini,” ujarnya.
Reporter: Fiska Juanda

