Minggu, 26 April 2026

Batam Hadapi Gelombang Ketiga, Waspada Transmisi Lokal

Berita Terkait

Ilustrasi. Stop Covid-19. Foto: Pixabay.com

batampos – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan saat ini Batam tengah menghadapi lanjutan kasus covid-19, setelah sempat tidak ada penyebaran atau zero kasus.

Adanya temuan kasus Probable Omicron menambah panjang daftar penambahan kasus di Kota Batam. Bahkan saat ini Omicron sudah menjadi transmisi lokal. Sebelumnya temuan kasus hanya ditemukan pada PMI, namun sekarang menyerang warga lokal.

“Ini yang saya selalu ingatkan untuk menjaga protkesnya. Kalau tidak mau patuh, nanti akan diperketat lagi semua aturan, dan semua kesulitan. Kasus kembali ada, dan saya ingin penyebaran bisa segera diputus,” kata dia Minggu (30/1).

Baca Juga: 15 Kasus Covid, Batam Kota jadi Zona Orange

Dominasi transmisi lokal terlihat dari temuan kasus yang sudah terkonfirmasi. Saat ini berdasarkan laporan terdapat 12 kasus Probable Omicron. Penambahan kasus berasal dari kontak erat yang dilakukan tim kesehatan di lapangan.

“Dalam setiap kesempatan saya selalu ingatkan dan meminta kepada semua untuk waspada. Kasus ini belum usai, jadi jangan abai untuk pakai masker, dan patuhi Protkes,” sebutnya.

Rudi menambahkan jika laju kasus terus terjadi, pihaknya akan segera menggelar rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sebagai upaya mengambil langkah-langkah pencegahan agar penyebaran kasus bisa dihentikan.

“Kalau memang diperlukan akan kami ambil tindakan pengetatan kembali. Untuk itu, saya minta semua pihak berperan termasuk masyarakat. Kalau abai dan kasus tinggi, nanti bisa ditutup kembali semua. Pembatasan ini tentu akan menyulitkan, dan saya sebenarnya tidak mau itu terjadi,” bebernya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Batam, Jefridin mengatakan peningkatan jumlah kasus cukup mengkhawatirkan, untuk itu ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap penerapan protokol kesehatan (Protkes).

Pihaknya juga telah meminta kepada anggota untuk turun ke lapangan, dan mengawasi kembali jalannya protokol kesehatan di tempat keramaian. Misalnya di pusat perbelanjaan, kuliner, tempat wisata, perkantoran, termasuk area sekolah.

“Batam kembali alami kenaikan kasus. Jadi kami sebagai pemerintah meminta masyarakat turut membantu dalam memerangi virus ini. Saat ini vaksin terus digalakkan, dan Batam masih level 2,” tutupnya. (*)

Reporter : YULITAVIA

UPDATE