Kamis, 9 Juli 2026

Batam Jadi Awal Kampung Nelayan Merah Putih, Wamen KKP Targetkan 1.269 Lokasi

Berita Terkait

Sejumlah anak bermain di pelantar pelabuhan Kampung Nelayan Merah Putih di di Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, Selasa (7/7). F.Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pemerintah menempatkan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sebagai salah satu proyek strategis nasional untuk memperkuat ekonomi masyarakat pesisir. Melalui program itu, pemerintah tidak hanya membangun infrastruktur kampung nelayan, tetapi juga menyiapkan rantai produksi, akses pasar, hingga integrasi dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

‎Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan Ashaf, mengatakan Kampung Nelayan Merah Putih merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis sektor kelautan dan perikanan.

‎”Program ini bukan sekadar membangun kampung nelayan. Yang dibangun adalah ekosistem ekonomi agar masyarakat pesisir memiliki pendapatan yang lebih baik,” kata Didit saat menghadiri peluncuran Program SiTaskin Pesisir di Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, Kota Batam, Selasa (7/7).

‎Menurut Didit, pemerintah telah memiliki contoh keberhasilan program tersebut melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Sambinyeri yang dimulai pada 2023.

‎Hasil evaluasi menunjukkan pendapatan nelayan di kawasan tersebut meningkat hingga 113 persen. Secara nilai, kenaikannya mencapai sekitar 47 persen dibandingkan sebelum program dijalankan.

Baca Juga: Dishub Rahasiakan Jadwal Razia di Jembatan Barelang, Pelaku Pungutan Liar Diincar

Peningkatan tersebut tidak hanya dipicu oleh bertambahnya hasil tangkapan, tetapi juga berubahnya pola pemasaran produk perikanan.

‎Sebelum program berjalan, hasil tangkapan nelayan umumnya hanya dijual untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. Kini, produk perikanan dari kawasan tersebut telah dipasarkan ke berbagai daerah seperti Surabaya, Bali, dan Bitung, bahkan mulai memasuki pasar ekspor.

‎”Artinya yang berubah bukan hanya produksi, tetapi juga rantai pasarnya. Nelayan memperoleh akses yang jauh lebih luas sehingga nilai ekonominya meningkat,” ujarnya.

‎Keberhasilan itu menjadi alasan pemerintah memperluas pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih ke berbagai wilayah Indonesia.

‎Pada 2026, Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan pembangunan sekitar 1.269 Kampung Nelayan Merah Putih di berbagai daerah yang memiliki potensi perikanan tangkap maupun budidaya.

‎Program tersebut menjadi bagian dari agenda besar pemerintah dalam memperkuat sektor pangan nasional melalui pemanfaatan sumber daya kelautan.

‎Selain meningkatkan pendapatan masyarakat, kampung nelayan juga diproyeksikan menjadi sentra penyedia protein ikan yang dapat mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

‎”Tidak hanya meningkatkan ekonomi masyarakat, tetapi juga mendukung penyediaan protein bagi masyarakat dan memasok kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis,” kata Didit.

‎Ia menegaskan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih tidak menggunakan konsep yang seragam.

‎Setiap daerah memiliki karakteristik sosial, ekonomi, potensi sumber daya, hingga kondisi geografis yang berbeda sehingga desain pembangunan harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah.

‎Karena itu, sebelum pembangunan dilakukan, pemerintah terlebih dahulu melaksanakan asesmen terhadap lokasi, termasuk memastikan status lahan telah memenuhi prinsip clear, clean, and free.

‎”Setiap kampung memiliki karakteristik yang berbeda. Karena itu pendekatannya juga berbeda sesuai potensi daerah masing-masing,” ujarnya.

Baca Juga: Warga Legenda Malaka Tolak Sumur Bor untuk Rumah Kos, Satpol PP Diminta Tegakkan Perda

‎Selain Kampung Nelayan Merah Putih, KKP juga mengembangkan Program Kampung Budidaya Ikan Tematik yang menghubungkan kawasan pesisir dengan wilayah pedalaman melalui pengembangan komoditas budidaya sesuai karakteristik daerah.

‎Program tersebut diharapkan mampu memperluas sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

‎Dalam kunjungannya ke Batam, Didit juga meninjau kawasan Sekanak Raya yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai Kampung Nelayan Merah Putih.

‎Ia meminta masyarakat menjaga fasilitas yang nantinya dibangun serta mengelolanya melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih agar manfaat ekonomi dapat berlangsung dalam jangka panjang.

‎”Saya titip kepada masyarakat agar seluruh fasilitas yang dibangun dirawat bersama. Melalui koperasi desa, pendapatan masyarakat bisa terus meningkat,” katanya.

‎Didit mengaku cukup memahami karakteristik wilayah Kepulauan Riau karena pernah bertugas di daerah tersebut sejak awal dekade 1980-an.

Menurutnya, potensi perikanan di wilayah Batam dan sekitarnya sangat besar karena didukung posisi geografis yang strategis serta dekat dengan jalur perdagangan internasional.

‎Ia juga menilai peluang ekspor hasil perikanan dari Batam masih terbuka lebar sehingga perlu dioptimalkan melalui penguatan infrastruktur, kelembagaan nelayan, dan akses pasar.

‎Untuk mendukung pelaksanaan program, KKP menyiapkan penyuluh, pendamping, hingga pengawas yang akan mendampingi masyarakat secara berkelanjutan.

‎Menurut Didit, keberhasilan Kampung Nelayan Merah Putih sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, koperasi, kementerian dan lembaga, serta masyarakat nelayan.

‎”Kami ingin menekankan pentingnya kolaborasi. Semua harus turun bersama menjalankan program Presiden agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

‎Ia mengakui berbagai tantangan akan tetap muncul selama pelaksanaan program. Namun, seluruh pihak diminta menjaga komunikasi dan keterbukaan agar setiap persoalan dapat diselesaikan tanpa menghambat tujuan utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

‎”Masalah di lapangan pasti ada. Yang penting semua pihak mau duduk bersama mencari solusi sehingga program ini benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya. (*)

ReporterM. Sya'ban

UPDATE