
batampos – Kota Batam tetap punya daya tarik dan menjadi magnet bagi para pencari kerja (pencaker) luar daerah. Hal itu karena lapangan kerja di Batam, terutama dari sektor industri dinilai masih berpeluang menyerap banyak pencaker.
Sehingga, saban tahun jumlah pencaker berduyun-duyun datang ke Batam, terutama selepas mudik Lebaran seperti sekarang. Diprediksi juga akan melonjak.
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengakui Batam masih menjadi magnet bagi pencari kerja dari luar daerah. Hal ini karena faktor upah yang cukup tinggi, dan Batam juga dikenal sebagai kota industri.
Ia mengatakan, selama dua tahun terakhir, Pemko dan Badan Pengusahaan (BP) Batam berupaya memulihkan perekonomian dan sektor lainnya.
Kebijakan untuk tidak menutup industri dari awal Covid-19 terdeteksi di kota ini, membuat sektor industri tetap bertahan sampai saat ini.
”Dua tahun terakhir banyak yang kehilangan pekerjaan, banyak yang usaha mereka berhenti beroperasi. Namun, untuk industri masih bertahan dan bisa berjalan dengan lancar,” kata Rudi.
Pemerintah daerah tidak bisa melarang orang masuk ke Batam. Untuk itu, pemulihan ekonomi didorong, agar bisa memberikan lapangan kerja bagi pencaker.
Upaya lain juga dibuat setiap tahunnya bagi pencaker lokal yaitu pelatihan kerja.
”Ini upaya kami dalam menekan angka pencaker dan meningkatkan daya serap pencaker di perusahaan. Pelatihan yang dibuat menyesuaikan dengan kebutuhan industri di Batam,” sebutnya.
Faktor lain yang diharapkan memulihkan kondisi adalah, kembali menggeliatnya wisman masuk ke Batam. Kemudahan yang sudah dikeluarkan diharapkan bisa membuat bisnis dan usaha yang tadi mati suri, kembali aktif.
”Sudah pasti kalau mereka aktif berusaha, akan ada serapan tenaga kerja di sana. Inilah upaya pemerintah. Selebihnya tergantung pengusaha dalam mengambil kesempatan ini untuk bangkit dan pulih,” jelas Rudi.
Tahun ini, pemulihan ekonomi diharapkan jauh lebih baik. Terutama di sektor pariwisata, yang selama dua tahun ini terpukul. Saat ini, pelabuhan sudah mulai hidup.
Meskipun belum semua pelabuhan internasional mendapatkan kesempatan menjamu wisman.
”Semakin membaik, maka akan ada dampaknya. Target saya tahun ini perkembangan jauh lebih dari sebelumnya. Semua pelabuhan kembali ramai menyambut datangnya ribuan wisman,” harapnya.
Menghadapi arus balik, diharapkan tidak ada temuan kasus Covid-19. Ia berharap tahun ini Batam bangkit dari wabah Covid-19 ini. Membaiknya kondisi turut berdampak bagi kemajuan pelaku usaha.
”Lapangan kerja juga menjadi tugas pemerintah. Pariwisata paling banyak menyerap pekerja, jadi diharapkan dengan pulihnya sektor wisata bisa mengembalikan Batam ke masa dua tahun lalu,” ungkap Rudi.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Batam, Ardiwinata, mengatakan, perkembangan pariwisata menjadi prioritas untuk saat ini. Upaya dalam mengembalikan kondisi seperti dulu menjadi agenda utama tahun ini.
Dengan mulai ramainya wisman yang masuk, turut memberikan dampak bagi pelaku wisata. Meskipun belum maksimal, hasil capaian saat ini jauh lebih baik dari sejak Covid-19 ditemukan.
”Hotel tutup sudah banyak, usaha di sektor wisata yang gulung tikar juga tidak sedikit. Ini adalah momen kebangkitan pariwisata. Jadi, kami sangat antusias untuk pulihnya pariwisata,” imbuhnya.
Pariwisata lanjutnya, menjadi salah satu sektor andalan bagi kemajuan Batam. Pariwisata juga menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit. Untuk itu, jika pariwisata pulih, maka mereka yang kehilangan pekerjaan bisa kembali mendapatkan kesempatan bekerja.
”Tentu yang kami harapkan semua pulih. Seperti diketahui sejak Covid-19 masuk, perusahaan yang paling banyak terdampak itu adalah mereka
yang bekerja di sektor pariwisata,” tutupnya.(*)
Reporter: Yulitavia

