Selasa, 14 Juli 2026

Batam Perluas Skrining HIV Lewat Layanan Bergerak

Berita Terkait

Ilustrasi. HIV/AIDS (JawaPos.com)

batampos – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mengintensifkan upaya deteksi dini HIV dengan menerapkan layanan mobile screening di berbagai hotspot atau lokasi yang menjadi titik penjangkauan kelompok berisiko. Strategi jemput bola ini dilakukan untuk mengejar target skrining terhadap 16.839 orang sepanjang 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, dr. Didi Kusmarjadi, mengatakan penemuan kasus HIV kini tidak lagi hanya mengandalkan masyarakat yang datang ke fasilitas kesehatan. Petugas juga aktif melakukan pemeriksaan langsung di lapangan serta skrining sebelum tindakan operasi.

“Penemuan kasus tidak hanya berasal dari masyarakat yang datang memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Kami juga melakukan skrining sebelum tindakan operasi serta layanan mobile screening di hotspot yang menjadi sasaran penjangkauan petugas kesehatan,” kata Didi, Minggu (12/7).

Menurutnya, pendekatan jemput bola menjadi penting karena masih banyak kelompok berisiko yang belum memiliki kesadaran untuk memeriksakan diri. Deteksi dini dinilai menjadi langkah penting untuk mempercepat pengobatan sekaligus menekan penularan HIV.

Kelompok yang menjadi sasaran skrining meliputi laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL), wanita pekerja seks (WPS), pengguna narkoba suntik, waria, pasien tuberkulosis (TBC), hingga kelompok lain dengan risiko tinggi terpapar HIV.

Meski demikian, pelaksanaan mobile screening masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah penyebaran kelompok sasaran di berbagai lokasi serta masih adanya hotspot yang belum memberikan akses kepada petugas kesehatan untuk melakukan pemeriksaan.

“Kondisi ini menjadi tantangan kami dalam memperluas cakupan skrining HIV. Karena itu kami terus membangun komunikasi dengan berbagai pihak agar layanan kesehatan bisa menjangkau lebih banyak masyarakat,” ujarnya.

Hingga Mei 2026, sebanyak 6.144 orang telah menjalani skrining HIV atau sekitar 36 persen dari target tahunan sebanyak 16.839 orang. Dinkes optimistis target tersebut dapat tercapai mengingat Batam mampu memenuhi target skrining hingga 100 persen selama periode 2022–2025.

Data Dinkes menunjukkan, pada 2024 sebanyak 15.060 orang menjalani skrining HIV dan ditemukan 822 kasus positif. Sementara pada 2025 jumlah orang yang diperiksa meningkat menjadi 15.868 orang dengan 671 kasus positif HIV.

Untuk memperluas akses layanan, Pemerintah Kota Batam telah menyediakan 32 layanan Care Support Treatment (CST) bagi orang dengan HIV (ODHIV) dan 36 layanan Voluntary Counseling and Testing (VCT) yang tersebar di 21 puskesmas, 13 rumah sakit, satu klinik rumah tahanan, serta satu klinik lembaga pemasyarakatan.

Selain itu, seluruh puskesmas di Batam juga menyediakan layanan infeksi menular seksual (IMS). Pemeriksaan viral load tersedia di RS Budi Kemuliaan Batam dan RSUD Embung Fatimah, sedangkan layanan Pre-Exposure Prophylaxis (PrEP) telah tersedia di delapan puskesmas dan lima rumah sakit untuk kelompok berisiko tinggi.

Didi mengimbau masyarakat, khususnya yang memiliki faktor risiko, agar tidak ragu memanfaatkan layanan skrining HIV yang telah disediakan pemerintah.

“Semakin cepat diketahui, semakin cepat pula pasien mendapatkan pengobatan. Dengan begitu kualitas hidup dapat dipertahankan dan risiko penularan kepada orang lain juga bisa ditekan,” tutupnya. (*)

SourceRengga Y

UPDATE

Play sound