
batampos – Badan SAR Nasional (Basarnas) dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Batam lakukan simulasi tanggap darurat bencana kebakaran di Kantor Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BLKM) Batam di Sagulung, Kamis (8/7) pagi.
Simulasi ini dimulai dengan adanya laporan kebakaran dari pihak BLKM akibat kontaminasi bahan kimia yang ada laboratorium. Damkar dan Basarnas yang menerima laporan bergerak cepat ke lokasi untuk memadamkan api. Satu unit mobil pemadam kebakaran sudah cukup memadamkan api kebakaran yang terjadi di dalam ruangan tersebut.
Kepala BLKM Batam Budi Santoso menuturkan, simulasi penanggulangan musibah kebakaran ini sebagai upaya antisipasi dan edukasi kepada seluruh pegawai BLKM agar tahu apa yang dilakukan jika terjadi kebakaran.
“Edukasi ini penting bagi kami di sini karena memang ada risiko kebakaran. Tidak saja masalah listrik, bahan kimia yang cukup banyak untuk kegiatan labor bisa jadi ancaman musibah kebakaran makanya penting bagi kami untuk tahu dan memahami penanganan musibah kebakaran seperti ini. Kami berterimakasih kepada Basarnas dan Damkar yang sudah bersedia mengajarkan kami cara tanggap darurat musibah kebakaran ini,” ujar Budi Santoso.
Kepala Seksi Pembinaan dan Pelatihan Dinas Pemadaman Batam Darnel juga apresiasi dengan permintaan pihak BLKM Batam untuk simulasi tersebut. Kebakaran yang kerap terjadi akhir-akhir ini memang perlu dipahami seluruh lapisan masyarakat terkait hal tanggap darurat.
Jika sudah terjadi kebakaran masyarakat perlu mengetahui apa yang harus dilakukan. Mulai dari masalah keselamatan manusia, harta benda dan lain sebagainya. Dalam upaya meminimalisir kerugian, korban kebakaran ataupun masyarakat yang menolong tetap tidak diperkenankan untuk mengabaikan keselamatan jiwa dan raga.
“Jika memang apinya besar dan berisiko sebaiknya menunggu petugas karena bagaimanapun keselamatan itu perlu. Begitu juga kalau ada korban, hendaknya selamatkan korban dulu dari lokasi kebakaran,” ujar Darnel.
Bagaimana cara menyelamatkan korban yang terluka ataupun cidera dalam musibah kebakaran juga diperagakan dalam simulasi tersebut.
“Kalau di lingkungan kantor atau perusahaan tentu ada titik kumpul evakuasi dan lain sebagainya. Ini yang perlu diperhatikan agar kepanikan saat terjadi kebakaran tidak berakibat cedera atau insiden fatal,” kata Darnel. (*)
Reporter: Eusebius Sara

