Rabu, 6 Mei 2026

Denmark Lirik Batam New International Port

Berita Terkait

Ilustrasi: Menkomarinves Luhut Binsar Pandjaitan bersama Menhub, Budi Karya Sumadi, meninjau lokasi pelabuhan baru dengan konsep green and smart port di Tanjungpinggir, Kota Batam. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Badan Pengu-sahaan (BP) Batam di bawah arahan Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi Indonesia, menjadikan infrastruktur pelabuhan sebagai salah satu perhatian. Hal itu dilakukan untuk menunjang kegiatan ekspor dan impor yang terus mengalami peningkatan.

Sebab, berdasarkan laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Batam, nilai ekspor pada 2021 Kota Batam sebesar USD 11,8 miliar. Sementara untuk nilai impor USD 10,8 miliar. Menyambut rencana pengem-bangan infrasktruktur pelabuhan tersebut, Kedutaan Besar Denmark untuk Indonesia yang dipimpin langsung oleh Duta Besar, Lars Bo Larsen, mengunjungi BP Batam.

Lars Bo Larsen mengatakan, lokasi Batam yang strategis meningkatkan optimisme sektor industri maritim. ”Pasar Indonesia, khususnya Batam, di sektor kepelabuhanan sangat besar. Begitu juga dengan potensi transhipment bila dimaksimalkan dengan baik,” kata Larsen.

Terkait Batam New International Port, Larsen beserta tim akan melakukan uji studi dan kajian bisnis sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut. Agar ke depannya dapat disampaikan kepada para investor Denmark di bidang kemaritiman.

Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto, mengatakan, kunjungan Duta Besar ini sebagai tindak lanjut Denmark setelah bertemu Menteri Perhubungan RI. Terkait dengan wacana pengembangan pelabuhan Batam New International Port, Tanjungpinggir, Sekupang.

Setelah pertemuan itu, Kedu-taan Besar Denmark untuk Indonesia menghubungi BP Batam untuk melihat secara langsung lokasi pengembangan New Port tersebut.

“Melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI akan dibangun pelabuhan baru di kawasan Tanjungpinggir,” ujar Purwiyanto.

Pelabuhan tersebut nantinya akan menjadi pelabuhan keluar-masuk komoditas ekspor impor ke negara tujuan. Harapannya Batam dapat melakukan kegiatan ekonomi secara mandiri, tanpa terlalu bergantung pada Singa-pura dan Malaysia.

Dalam pertemuan tersebut, turut hadir Direktur Maersk Indonesia, Erry Hardianto dan Kasubdit Tatanan dan Perencanaan Pengembangan Kementerian Perhubungan, Aries Wibowo. (*)

 

Reporter : Eggi Idriansyah

UPDATE