
batampos – Banjir akibat hujan deras yang mengguyur Batam sepanjang hari hingga malam pergantian tahun yang baru saja dilewati benar-benar menyusahkan masyarakatnya yang terkena dampak banjir.
Perabotan rumah tangga, dokumen penting, hingga pakaian dan perlengkapan seragam sekolah anak banyak yang rusak karena terjangan banjir yang masuk hingga ke dalam rumah.
Di Batuaji dan Sagulung banyak sekali pemukiman warga yang digenangi banjir. Mulai dari perumahan, kaveling hingga pemukiman liar yang terendam banjir. Meskipun tidak ada korban jiwa namun kerugian material dan tenaga sangatlah banyak.
Baca Juga: Dinilai Penyebab Banjir, Drainase Jalan Provinsi di Batam Dituding Buruk
Malam pergantian tahun adalah hari yang sibuk bagi mereka yang berdiam di lokasi langganan banjir. Sepanjang malam berjibaku dengan genangan air yang meninggi di dalam rumah.
Warga kampung Sungaialeng, RW 11/RT01 Kelurahan Seibinti, Kecamatan Sagulung misalkan masih berjibaku dengan genangan air yang tak kunjung surut hingga, Senin (3/1) kemarin.
Saat hujan deras pemukiman liar tersebut bak bendungan sebab pemukiman warga rata dengan genangan air. Penyebabnya tentu drainase yang tak maksimal menampung semua terjangan air yang datang dari berbagai arah. Pemukiman ini benar-benar terisolir.
Warga bahkan menggunakan perahu darurat untuk mengevakuasi barang-barang berharga dari dalam rumah. Untuk tempat tinggal sementara waktu mereka harus ungsi ke rumah tetangga atau kerabat di luar pemukiman yang tidak terkena banjir.
“Luluh lantai saat malam pergantian tahun itu. Air naik sampai ke atap rumah. Tak bisa berbuat apa-apa selain selamatkan barang-barang berharga sebisa mungkin. Itupun harus pakai perahu darurat yang dibuat seadanya, ” ujar Januar, warga Sungai Aleng.
Kerepotan serupa juga dialami sebagian warga di perumahan Masyeba Batuaji, Marina Raya, Kelurahan Tanjungriau, Sekupang. Banjir yang cukup tinggi merusak banyak barang dan perabotan rumah tangga.
Hingga siang kemarin korban banjir masih sibuk dengan pembebasan rumah dan perabotan yang terendam banjir. Bahkan anak-anak mereka harus tunda masuk sekolah karena perlengkapan belajar dan seragam banyak yang rusak akibat banjir tadi.
Pantauan di lapangan penyebab banjir tidak lain karena drainase yang kurang maksimal menampung debit air. Perlu kajian yang lebih lagi untuk mengatasi banjir tahunan ini.
Selama ini Pemko Batam melalui Dinas Bina Marga sudah banyak melakukan normalisasi drainase hanya saja belum maksimal karena, sistem drainase di Batuaji dan Sagulung yang terhubung satu sama lain tentu butuh kajian dan penanganan yang lebih lagi. (*)
Reporter : Eusebius Sara

