batampso.co.id – Masyarakat Kota Batam, khususnya kalangan ibu rumah tangga, semakin menjerit karena harga sejumlah komoditas bahan pangan terus naik.
Kenaikan harga jelang akhir tahun memang kerap terjadi, namun tetap saja hal itu memberatkan masyarakat.
Karena itu. masyarakat berharap pemerintah segera bergerak cepat mengantisipasi lonjakan harga tersebut.
Seperti, harga minyak goreng yang sudah lebih dulu naik, saat ini juga terpantau tetap mahal di pasaran Batam.
Begitu juga dengan harga telur ayam buras, yang akhir-akhir ini ikut meroket.
Nana, warga Batam Center, mengaku kaget ketika mengetahui harga minyak goreng naik lagi.
Dari yang awalnya hanya Rp 15 ribu per liter, saat ini sudah dijual Rp 15.500-Rp17 ribu per liter. Misalnya, di Pasar Botania I, Batam Center.
”Harga minyak goreng naik lagi, rata-rata itu di atas Rp 15 ribu. Ada juga merek yang bagus, tapi harganya sudah Rp 17 ribu per liter,” ujar Nana, Minggu (7/11/2021).
Naiknya harga minyak goreng yang mencapai sekitar 30-40 persen dibanding harga biasanya, cukup memberatkan masyarakat sebagai konsumen.
Apalagi, saat ini kondisi perekonomian belum stabil di tengah pandemi Covid-19.
”Menjerit lihat harga-harga pada naik semua. Soalnya kondisi sekarang serba pas-pasan, jadi kalau ada yang naik itu menyesakkan,” imbuh Nana.
Astrid, warga Nongsa, juga mengeluhkan kenaikan harga bahan pokok. Menurutnya, hampir seluruh tetangganya juga mengeluhkan hal yang sama.
”Semua pada mengeluh karena banyak yang naik, minyak goreng, cabai, sekarang telur naik juga,” ujar Astrid.
Dikatakannya, uang belanja bulanan yang biasanya cukup hingga akhir bulan, kini habis di pertengahan bulan.
Apalagi, banyak kebutuhan tambaban lain yang harus dipenuhi pascapandemi.
”Uang bulanan jadi tak cukup karena semua pada mahal. Ditambah harus beli masker,
hand sanitizer dan lainnya. Semoga saja harga ini bisa ditekan pemerintah,” imbuhnya.
Pantauan Batam Pos di sejumlah swalayan area Batam Center, terpantau harga minyak goreng kembali naik. Saat ini, rata-rata harga minyak goreng berkisar antara Rp 15 ribu
hingga Rp 17.500 per liter, sedangkan untuk kemasan 2 liter Rp 30-33 ribu.
”Minyak goreng naik lagi,” ujar salah satu karyawan swalayan.
Begitu juga dengan harga telur yang awalnya hanya Rp11.500-12.500 per 10 butir, saat ini naik Rp 14.500-16.000 per pak isi 10 butir.
Jika beli per papan isi 30 butir, harga telur buras dibanderol Rp 43 ribu-45 ribu.
”Telur juga naik, belum tahu juga kenapa naik. Naiknya baru 3 hari ini,” imbuhnya
lagi.
Sedangkan di wilayah Jodoh dan Batuampar, harga bahan pangan juga terpantau naik.
di Pasar Toss 3000 Jodoh, harga telur berkisar Rp 42 ribu per papan.
”Naik lagi harga telur, biasanya Desember naik lebih tinggi lagi,” kata Watik, pembeli.
Menurutnya, harga telur berangsur naik sejak sepekan terakhir. Padahal sebelumnya,
harga telur melandai dan mencapai kisaran Rp 38 ribu per papan.
”Tiap akhir tahun selalu naik begini. Tapi dengan kondisi sekarang yang masih sulit, kenaikan ini tentu memberatkan,” kata warga Batuampar itu.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, belum bisa dikonfirmasi terkait naiknya harga minyak goreng dan telur di pasaran Batam.
Reporter: Yashinta

