Kamis, 2 April 2026

Enam Kelurahan di Batam Zona Kuning Covid-19

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala Dinas Kesehatan Batam Didi Kusmarjadi. F. Dalil Harahap/Batampos

batampos.co.id – Satgas Penanganan Covid-19 Batam melaporkan tak ada tambahan kasus positif Corona atau Covid-19 pada Senin (29/11). Bahkan, sepanjang dua hari terakhir Batam nihil kasus baru.

Selain nihil kasus baru, sepanjang 24 jam terakhir juga tidak ada tambahan kasus sembuh atau pasien meninggal dunia. Berdasarkan laporan Satgas Covid-19 Batam ada 25.841 kasus Corona di Batam. Jumlah itu merupakan keseluruhan kasus Corona sejak pandemi melanda.

Sementara itu pasien sembuh berjumlah 24.992 orang dengan persentase kesembuhan 96,7 persen. Adapun warga Batam meninggal sejak pandemi melanda berjumlah 842 orang dengan persentase tingkat kematian sebesar 3,258 persen.

“Ya selama dua hari ini nihil kasus baru,” ujar Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Covid -19 Kota Batam, Didi Kusmarjadi, Senin (29/11).

Menurutnya, penambahan kasus positif Covid-19 terkahir kali terdata pada Sabtu (27/11). Dimana terdata ada dua kasus baru. Sementara itu, saat ini lanjut Didi, sebanyak tujuh orang kasus aktif ini menjalani perawatan di rumah sakit rujukan Covid.

“Kasus aktif saat ini tersisa tujuh orang. Dimana dua orang isolasi mandiri dan lima orang dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19,” bebernya.

Dengan penambahan pasien sembuh ini, daerah berzona hijau atau tidak memiliki kasus Covid-19 di Batam juga kembali bertambah. Disebutkan Didi, dari 64 kelurahan di Kota Batam saat ini, sebanyak 58 kelurahan terdata tidak memiliki kasus aktif.

Enam kelurahan zona kuning itu adalah, Kampung Seraya, Baloi Permai, Sekanak Raya, Tanjung Uma, dan Sadai. Masing-masing kelurahan memiliki satu kasus aktif Covid-19. Sementara kelurahan Batu Selicin ada dua kasus aktif. Totalnya tujuh kasus.

Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam juga telah memeriksa 315.355 RDT antigen, dengan hasil 8.388 positif dan 306.967 lainnya negatif.

Pemerintah Kota Batam lanjutnya, tidak henti menghimbau masyarakatnya untuk menerapkan adaptasi kehidupan baru (new normal). Selalu memakai masker saat pergi kemanapun, jaga jarak atau physical distancing antar individu minimal 1,5 meter dan melaksanakan pola hidup bersih dan sehat dengan selalu mencuci tangan, rajin olahraga dan menjaga pola makan. (*)

Reporter : Rengga Yuliandra

UPDATE