
batampos – Bukan rahasia lagi kalau kecanggihan kamera smartphone saat ini mulai mengalahkan perangkat kamera konvensional. Hal ini sudah dibuktikan dengan beberapa nama pembuat kamera besar yang menutup bisnisnya.
Di Indonesia malahan, kecanggihan kamera smartphone dan kesulitan bersaing membuat Nikon pamit beberapa waktu lalu. Meski demikian, hal ini tampaknya tak membuat Fujifilm ngeri lantaran masih cukup berani merilis kamera konvensional bahkan menghadirkan kamera polaroid Instax Mini terbaru.
Yang baru dirilis PT Fujifilm Indonesia adalah Instax Mini Evo. Instax Mini Evo diklaim menghadirkan inovasi kamera hibrida yang canggih untuk bisa bersaing dengan kamera canggih lainnya yaitu penggabungan kamera instan dan perangkat cetak dari ponsel pintar dalam satu produk.
Dengan fitur ini, kamera polaroid yang memang punya segmen tersendiri ini memungkinkan pengguna mengambil gambar sekaligus menikmati cetakan foto di tempat, dengan format foto seukuran kartu.
“Dengan kamera instan hybrid ini, pengguna dapat meninjau foto yang diambil pada perangkat melalui monitor LCD di panel belakang kamera dan memilih gambar yang ingin dicetak, seperti kamera instax hibrida sebelumnya yaitu Instax Square SQ10/20 dan Mini LiPlay yang populer,” ujar Masato Yamamoto, Presiden Direktur PT Fujifilm Indonesia.
Dia melanjutkan, Instax Mini Evo bisa menampilkan fungsi, pengoperasian, kualitas cetak, dan aplikasi yang lebih canggih daripada sebelumnya, seperti 100 kombinasi efek pemotretan serbaguna untuk mengekspresikan dan menyampaikan berbagai perasaan pengguna.
Selain itu, instax mini Evo didesain dengan sentuhan premium dan klasik, serta merupakan instax pertama yang dilengkapi dengan tuas cetak, tombol lensa dan film. Model baru ini memberikan pengalaman baru bagi pengguna untuk memilih efek pemotretan dengan tombol putar dan mencetak dengan menarik tuas seperti operasi kamera analog.
“Karena kami percaya setiap individu memandang dunia yang sama dengan cara berbeda sesuai apa yang mereka rasakan. Untuk itu, berbagai fitur dalam kamera instan ini membantu penggunanya mengekspresikan momen berharga dan mencerminkan perasaan setiap individu secara maksimal,” lanjut Yamamoto.
Secara teknis, Instax Mini Evo hadir dengan sepuluh efek lensa termasuk “Soft Focus” dan “Light Leak” serta sepuluh efek film termasuk “Monochrome” dan “Retro.” Selanjutnya, mode “instax-Rich” untuk warna yang lebih tajam bervariasi dan mode “instax-Natural” untuk sentuhan yang lebih lembut.
Bodi utama kamera cukup menampilkan desain klasik dengan kesan mewah dengan pengguna lapisan perak pada bodinya. Tuas cetak, tombol lensa dan film juga dirancang dengan memperhatikan detail terbaik termasuk suara pengoperasian yang mirip dengan kamera analog sehingga memberikan pengalaman seni fotografi.
BACA JUGA:
Dengan aplikasi khusus instax mini Evo, fungsi “Direct Print” membantu pengguna untuk memanfaatkan kamera sebagai printer smartphone. Aplikasi ini juga memiliki fungsi “Simpan Gambar Cetak” untuk pertama kalinya sehingga pengguna dapat menyimpan foto kemudian dicetak.
Bersamaan dengan kehadiran instax mini Evo, Fujifilm juga menghadirkan film format mini “Stone Grey,” yang memiliki bingkai abu-abu dengan aksen perak metalik untuk memberikan kesan elegan, menambahkan sentuhan indah pada foto yang diambil dengan instax mini Evo. (*)
Reporter: JP Group



