Jumat, 19 Juni 2026

Harga Minyak Dunia Turun, Tarif Logistik Batam Belum Kembali Normal

Berita Terkait

Aktivitas pengiriman kontainer di terminal peti kemas Pelabuhan Batuampar. Ekspor Batam masih tumbuh positif meski dihadapkan pada dinamika geopolitik global. Foto: Cecep Mulyana/Chatgpt

batampos – Penurunan harga minyak dunia belum membawa dampak langsung terhadap biaya logistik di Batam. Pelaku usaha angkutan barang menyebut tarif distribusi masih bertahan karena harga bahan bakar industri yang menjadi komponen utama operasional belum kembali ke level sebelum terjadi lonjakan energi global.

Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Batam, Yasser Hadeka Daniel, mengatakan hingga kini belum ada penyesuaian tarif logistik meski harga minyak mentah dunia mengalami pelemahan dalam beberapa waktu terakhir. Menurut dia, kondisi tersebut tidak otomatis menurunkan biaya operasional perusahaan logistik.

“Yang menjadi acuan kami bukan harga minyak dunia secara langsung, melainkan harga bahan bakar industri yang digunakan untuk operasional angkutan. Sampai sekarang belum kembali ke harga normal,” kata Yasser, Kamis (18/6).

Baca Juga: Ketergantungan Impor Jadi Titik Lemah Perekonomian Daerah

Ia menjelaskan, sebelum terjadi lonjakan harga energi global, harga bahan bakar industri berada di kisaran Rp13.000 hingga Rp14.000 per liter. Saat gejolak harga minyak terjadi, harganya sempat melonjak hingga sekitar Rp26.000 per liter.

Kini, meski sudah mengalami penurunan, harga bahan bakar industri masih berada di kisaran Rp20.000 hingga Rp21.000 per liter. Angka tersebut, menurut Yasser, masih jauh di atas harga normal yang pernah dinikmati pelaku usaha.

“Kondisinya memang lebih baik dibanding saat puncak kenaikan, tetapi belum kembali ke level awal. Karena itu, biaya operasional perusahaan logistik masih relatif tinggi,” ujarnya.

Yasser juga menilai perkembangan geopolitik internasional, termasuk meredanya ketegangan yang disebutnya berkaitan dengan Iran dan Amerika Serikat, belum memberikan pengaruh nyata terhadap sektor logistik di Batam. Selama harga bahan bakar industri belum mengalami penyesuaian yang signifikan, tarif logistik diperkirakan tetap bertahan.

Baca Juga: Marak Aksi Jambret di Seibeduk, Warga Diimbau Tidak Gunakan Perhiasan Mencolok

Menurut dia, struktur biaya usaha logistik tidak hanya ditentukan oleh harga energi global. Biaya bahan bakar, perawatan armada, suku cadang, hingga operasional distribusi masih menjadi komponen yang menentukan besaran tarif pengiriman barang.

Karena itu, pelaku usaha masih menunggu penurunan harga bahan bakar industri sebelum mempertimbangkan evaluasi tarif logistik. “Selama harga bahan bakar industri masih di kisaran Rp20.000 sampai Rp21.000 per liter, belum ada ruang untuk menurunkan tarif logistik,” kata Yasser.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa transmisi penurunan harga minyak dunia ke sektor logistik tidak berlangsung secara otomatis. (*)

ReporterAzis Maulana

UPDATE