batampos.co.id – Harga berbagai kebutuhan bahan pangan di Kota Batam terus mengalami kenaikan. Yang terbaru, harga minyak goreng melonjak lagi.
Dibandingkan harga sebelumnya, persentase kenaikan harga minyak goreng berkisar 6-7 persen, dan diprediksi bakal naik lebih tinggi lagi.
Ketua Asosiasi Distributor Bahan Pokok Kota Batam, Aryanto, membenarkan bahwa harga minyak goreng kembali naik. Kenaikan dikarenakan kembali naiknya harga minyak sawit atau crude palm oil (CPO).
Kenaikan harga minyak goreng berkisar 6-7 persen dibanding harga sebelumnya. Seperti,
minyak goreng kemasan dua liter, dari harga Rp 30 ribu, naik jadi Rp 32.500 per 2
liter.
”Naik sekitar 2.500 per 2 liter. Itu harga dari Medan, belum kami jual di sini (pasaran Batam, red),” ujar Aryanto kepada Batam Pos, Senin (8/11/2021).
Upaya yang bisa dilakukan distributor di Batam hanya memastikan stok minyak goreng aman. Jangan sampai kenaikan harga minyak goreng ini membuat stok minyak goreng di Batam kosong.
”Untuk harga kami tak bisa karena harga naik sudah dari pabrik. Setiap beli baru, harga naik,” jelasnya.
Lalu, kenapa distributor tak melakukan stok minyak goreng dalam jumlah banyak? Menurut Aryanto, ada pembatasaan pembelian.
Dimana, setiap distributor hanya bisa membeli 2-4 kontainer minyak per minggunya. Itu pun tergantung besar atau kecilnya pabrik minyak.
”Karena harga tinggi, pembeliaan pun dibatasi oleh pabrik, hanya 2-4 kontainer per minggu. Kalau pabrik kecil itu maksimal 2 kontainer, kalau besar bisa 3 atau 4 kon-
tainer,” Imbuhnya.
Di sisi lain, kemungkinan besar harga minyak goreng berpotensi terus merangkak naik hingga akhir bulan.
”Asumsi saya, akhir bulan ini harga minyak goreng bisa sampai Rp 33.500 per 2 liter,”
katanya.
Sementara itu, sejumlah warga Kota Batam mulai membatasi pemakaian minyak goreng. Namun, ada juga yang terpaksa membeli karena usaha makanan.
”Harga minyak goreng naiknya gila-gilaan, tapi mau tak mau harus beli karena saya berjualan,” ujar Ika, pedagang makanan di Batam Center.
Selain harga minyak goreng, beberapa komoditas lain seperti daging ayam potong juga terpantau tinggi. Ayam segar ditawarkan rata-rata Rp38-40 ribu per kg.
”Masih lumayan mahal, padahal beberapa waktu lalu sempat turun jadi Rp 28 ribu, tapi sekarang naik sekitar Rp40 ribu ini kok tak turun-turun,” keluh Arofah, warga Batuampar, yang berbelanja ayam segar di Pasar Toss 3000, Lubukbaja.
Batam Pos berupaya menghubungi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, untuk menanyakan pengendalian harga bahan pangan yang melambung tinggi. Sayangnya, panggilan ke ponselnya tak dijawab.
Reporter : Yashinta

