
batampos – Sejak dibukanya Pelabuhan Harbourfront Rabu (15/6/2022) lalu, tidak hanya berdampak pada meningkatnya wisatawan berkunjung ke Batam tapi juga mendongkrak Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) melalui penerbitan Visa on Arrival yang mencapai Rp77,5 Juta per hari.
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Tessa Harumdila, mengatakan, selain Warga Negara Asing (WNA) Singapura juga ada WNA dari beberapa negara ASEAN, Eropa dan Amerika Serikat yang datang ke Batam.
Sebab, untuk Bebas Visa Kunjungan (BVK) yang diberikan tidak hanya untuk warga Singapura, tetapi juga untuk negara dari anggota ASEAN lainnya.
“Sementara untuk negara-negara seperti India, Amerika Serikat dan negara lain dapat menggunakan Visa on Arrival (VoA) seharga 50 dollar Singapura atau setara Rp 500 ribu yang dapat diperoleh di tempat pemeriksaan imigrasi,” ujarnya.
Dengan adanya VoA sebagai syarat masuk ke Indonesia bagi negara yang tidak diberikan BVK, menjadi sumber devisa yang masuk ke dalam PNBP.
Menurut data yang dirangkum pihaknya per 15 Juni hingga 21 Juni 2022, rata-rata penjualan VoA perharinya sebanyak 155 voucher. Atau sebesar Rp 77,5 juta per hari yang masuk ke kas negara.
Sementara itu, data perlintasan Keimigrasian di Pelabuhan Batam Center, sedikitnya 936 orang asing datang ke Batam setiap harinya dari Pelabuhan Ferry Internasional Harbourfront.
Dimana, sebagian besar dari WNA yang masuk melalui Pelabuhan Batam Center itu memiliki tujuan wisata.
“Hal ini memberikan dampak positif bagi dunia pariwisata secara khusus yang ada di Batam. Penginapan seperti hotel dan resort di Batam sepertinya juga mengalami peningkatan pengunjung dari warga negara asing yang datang dari Singapura,” jelasnya.
Ia menambahkan, pada umumnya pengunjung asal Singapura yang datang ke Batam tujuannya untuk berbelanja, jalan-jalan dan mengunjungi keluarga.
Nilai tukar dollar Singapura (SGD) yang lebih tinggi dari Rupiah (IDR) menjadi keuntungan tersendiri bagi warga Singapura yang datang ke Batam.
Sementara, dengan pembukaan Pelabuhan Harborfront juga berdampak pada meningkatnya jumlah pelayaran reguler Ferry Internasional antara Batam dan Singapura. Sebagai dampak dari meningkatnya pengunjung yang datang ke Batam maupun yang pergi mengunjungi Singapura dari Batam.
“Kemudahan lain yang dapat diperoleh bagi pengunjung dari Batam yang datang ke Singapura adalah jarak tempuh yang lebih singkat, dibandingkan dengan jarak tempuh ke Pelabuhan Ferry Internasional lainnya seperti ke Tanah Merah,” imbuhnya.(*)
Reporter: Eggi Idriansyah

