
batampos.co.id – Pasokan sayur di pasaran Batam mulai langka. Dalam beberapa hari ini harga sayur mulai melonjak drastis. Itu karena lahan pertanian mereka terendam banjir selama musim hujan ini. Ditambah lagi ada peristiwa speedboat pengangkut 7 ton sayur terbakar di Perairan Sekilak, Belakangpadang.
”Hujan terus belakangan ini jadi petani sayur dan cabai gagal panen. Dari Medan, ataupun Jawa sama semua. Stok mulai berkurang,” kata Jhoni, penyuplai sayur dan kebutuhan dapur lainnya di Pasar Fanindo, Minggu (28/11).
Sementara itu, petani sayur di wilayah Marina, Kelurahan Tanjungriau, Kecamatan Sekupang, gagal panen. Pasalnya, lahan pertanian mereka terendam banjir selama musim hujan ini. Sayuran lokal yang biasanya dipasok ke pasaran kini mulai langka.
Baca Juga: Harga Sayur Meroket di Sejumlah Pasar di Batam
Bayam dan sawi adalah jenis sayuran yang tak bisa dipanen jika hujan berlebihan. Dua jenis sayur ini mengalami pembusukan jika terlalu lama terendam air banjir. ”Yang bisa panen cuma kangkung saja. Bayam dan sawi hancur (rusak) total,” ujar Sande, petani sayur di Marina, Minggu (28/11).
Begitu juga dengan sayur jenis kacang panjang, terong, timun dan gambas juga tak bisa panen. Itu karena intesitas hujan yang cukup tinggi merusak pertumbuhan batang sayur. (*)
Reporter: EUSEBIUS SARA

