Minggu, 3 Mei 2026

Jazz Day 2026 Geliatkan Batam, Wisata dan Ekonomi Terdongkrak

Berita Terkait

erayaan International Jazz Day 2026 di Park Avenue Mall, kawasan Orchard Park, agenda ini menjadi panggung pertemuan antara musik, komunitas, dan kepentingan ekonomi kreatif. Foto. Buralimar untuk Batam Pos

batampos – Perayaan International Jazz Day 2026 di Batam resmi dibuka pada Kamis, 30 April 2026, dan akan berlangsung hingga Minggu, 3 Mei 2026. Bertempat di Park Avenue Mall, kawasan Orchard Park, agenda ini menjadi panggung pertemuan antara musik, komunitas, dan kepentingan ekonomi kreatif.

Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, membuka acara dengan menyatakan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan kreatif. Menurut dia, ajang seperti International Jazz Day tidak hanya memperkaya kehidupan seni masyarakat, tetapi juga memberi dampak nyata bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan kreatif seperti ini, yang tidak hanya memperkaya kehidupan seni dan budaya masyarakat, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujar Nyanyang.

Ia berharap, kegiatan ini dapat berkembang menjadi agenda unggulan yang mengangkat nama Batam di tingkat nasional maupun internasional.

Pembukaan festival diawali sejak sore hari dengan penampilan Tanaka Manaloe yang berkolaborasi bersama Jozsua, Ryan, dan Bobby Hutajulu. Pertunjukan tersebut menghadirkan atmosfer hangat sekaligus menjadi penanda dimulainya rangkaian festival jazz selama empat hari.

Memasuki malam, seremoni resmi diisi sambutan dari Pembina Batam Jazz Society, Buralimar. Ia menekankan bahwa jazz bukan sekadar ekspresi musikal, melainkan medium strategis untuk membangun sinergi lintas sektor.

“Melalui jazz, kami berupaya membangun sinergi yang berkelanjutan antara komunitas, sektor swasta, dan pemerintah. Kami percaya musik memiliki kekuatan menjadi jembatan kolaborasi sekaligus memperkuat positioning Batam sebagai destinasi wisata kreatif dan budaya,” kata Buralimar.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam pembukaan ini, antara lain Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Batam Ardiwinata, anggota DPRD Kepri Asmin Patros, perwakilan perbankan, serta mitra internasional seperti Bob Wardhana dari Erasmus Huis Kedutaan Besar Belanda di Indonesia. Kehadiran mereka mencerminkan posisi acara ini sebagai platform kolaborasi strategis, melampaui sekadar pertunjukan musik.

Diselenggarakan oleh Batam Jazz Society, festival ini menghadirkan musisi lintas generasi sekaligus diramaikan bazaar kuliner dan produk kreatif. Kombinasi tersebut memperkuat daya tarik acara sebagai bagian dari kalender wisata kota.

Mengusung tema Jazz Beyond Borders, Batam kembali menegaskan diri sebagai kota yang terbuka terhadap kolaborasi dan kreativitas.

Di tengah persaingan destinasi wisata, perayaan jazz ini menjadi salah satu upaya memperluas identitas Batam tidak hanya sebagai kota industri, tetapi juga ruang hidup bagi seni dan budaya. (*)

ReporterAziz Maulana

UPDATE