
Ilustrasi. Warga Batam saat mengunjungi Pulau Belakang Padang.
batampos – Libur panjang akhir pekan membawa berkah bagi sektor pariwisata di Batam. Salah satu destinasi yang paling ramai diserbu wisatawan lokal adalah Belakang Padang.
Sejak Jumat pagi (1/5) hingga Minggu (3/5), kawasan Sekupang terlihat lebih sibuk dari biasanya. Ratusan penumpang memadati pelabuhan pengumpan untuk menyeberang ke Belakang Padang. Mereka datang membawa tas dan bekal, memanfaatkan libur singkat untuk menikmati suasana pulau yang dikenal dengan nuansa Melayu yang masih kental.
Lonjakan penumpang sejak pagi menjadi gambaran meningkatnya minat masyarakat terhadap wisata lokal, khususnya destinasi pulau yang menawarkan pengalaman berbeda dari hiruk-pikuk perkotaan.
Lonjakan penumpang sejak pagi menjadi gambaran meningkatnya minat masyarakat terhadap wisata lokal, khususnya destinasi pulau yang menawarkan pengalaman berbeda dari hiruk-pikuk perkotaan.
Salah seorang warga Batam, Rina, mengaku sengaja memilih Belakang Padang sebagai tujuan liburan bersama keluarga karena ingin menikmati suasana yang lebih tenang dan berbeda dari pusat kota.
“Kalau ke mal atau pusat kota kan sudah biasa. Ke Belakang Padang suasananya lebih santai, bisa makan kuliner khas dan anak-anak juga senang lihat suasana kampung pesisir,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Fajar, yang datang bersama teman-temannya. Menurutnya, Belakang Padang menjadi pilihan menarik karena aksesnya mudah dan biaya wisatanya terjangkau.
“Dekat, murah, dan suasananya beda. Kita bisa healing tanpa harus keluar kota,” katanya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, menilai tren ini sebagai sinyal positif bagi kebangkitan pariwisata lokal.
“Ini menjadi pertanda baik. Artinya masyarakat mulai menjadikan destinasi wisata lokal sebagai pilihan utama untuk berlibur, terutama yang menawarkan budaya, kuliner, dan suasana khas daerah,” ujarnya.
Menurut Ardiwinata, Belakang Padang memiliki daya tarik yang kuat karena menawarkan pengalaman wisata yang lebih autentik. Tidak hanya menikmati panorama pesisir, wisatawan juga bisa merasakan kehidupan masyarakat setempat, mencicipi kuliner khas, hingga menikmati suasana kampung Melayu yang masih terjaga.
“Belakang Padang punya karakter wisata yang khas. Ini bukan sekadar tempat berlibur, tetapi ruang untuk menikmati pengalaman budaya dan kehidupan masyarakat pesisir yang autentik,” katanya.
Meningkatnya kunjungan wisatawan juga berdampak langsung pada perputaran ekonomi masyarakat lokal. Kedai kopi, warung makan, hingga pedagang oleh-oleh ikut merasakan peningkatan omzet selama akhir pekan.
Pemerintah Kota Batam, kata Ardiwinata, akan terus memperkuat pengembangan wisata pulau sebagai bagian dari diversifikasi destinasi wisata di Batam. Upaya itu dilakukan melalui peningkatan fasilitas, promosi, serta kolaborasi dengan pelaku UMKM dan masyarakat setempat.
“Kami ingin wisata pulau seperti Belakang Padang terus berkembang. Potensinya besar, tinggal bagaimana kita menjaga kualitas pelayanan, kebersihan, dan kenyamanan agar wisatawan terus datang kembali,” ujarnya. (*)

