
batampos – Tiga hari ini terjadi penambahan kasus, lebih dari seratus orang di Kepri. Gugus Tugas Covid-19 Kepri merilis, 6 Februari tercatat ada sebanyak 65 kasus baru, 7 Februari 44 kasus dan 8 Februari 48 kasus.
Masyarakat yang terkonfirmasi terpapar Covid-19, kebanyakan berasal dari Batam, lalu disusul Tanjungpinang, Bintan, Natuna dan Karimun. Saat ini hanya Lingga dan Anambas saja masih berstatus hijau, selebihnya sudah meningkat ke kuning.
“Kasus memang naik, tapi PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) di Kepri masih level I,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, M Bisri, Selasa (8/2).
Hal ini disebabkan bed occupancy rate (BOR) atau keterisian tempat tidur rumah sakit di Kepri masih rendah. Berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19 Kepri, BOR masih diangka 2,46 persen. Di Kota Batam lokasi perawatan Covid-19 paling banyak dipadati, di RSKI Galang sebanyak 149 orang, RS Awal Bros 26 orang, RSBP 8 orang, isolasi mandiri 6 orang, dan tersebar dibeberapa rumah sakit lainnya di Batam.
Sedangkan di Tanjungpinang, pasien Covid-19 banyak memilih isolasi mandiri, ada sebanyak 56 orang, sisanya ada di RSUD Tanjungpinang dan RSUD Raja Ahmad Tabib. Hal yang sama juga terjadi di Bintan, sebanyak 9 orang pasien Covid-19 memilih isolasi mandiri, sedangkan satu orang dirawat di RSUD Kabupaten Bintan.
Bisri mengatakan bahwa penambahan kasus ini, tidak disertai dengan peningkatan kematian. Sejak terjadi peningkatan kasus dalam beberapa pekan ini, hanya ada satu kematian yang tercatat di Tanjungpinang. “Kebanyakan mereka yang terjangkit Covid-19 ini tidak menujukan gejala atau gejalanya ringan,” ucapnya.
Hal ini tidak terlepas dari herd immunity yang sudah dterbentuk di Kepri. Salah satu faktor utama yakni vaksinasi yang sudah melebihi target pemerintah. “Kepri ini vaksinasinya tinggi, sehingga orang-orang terpapar tidak menujukan hingga gejala sedang ataupun berat,” ujarnya.
Oleh sebab itu, ia berharap masyarakat yang sudah cukup syaratnya, untuk melakukan vaksinasi dosis ketiga. Agar dapat menyambangi pusat-pusat pelayanan kesehatan, untuk mendapatkan booster. “Sejauh ini vaksin memberikan efek yang baik, dan cukup ampuh menghadapi varian Covid-19 yang baru, omicron,” tuturnya.
Kepada masyarakat, Bisri berharap agar tetap menerapkan protokol kesehatan. Sehingga, penularan Covid-19 dapat diminimalisir. (*)
Reporter : FISKA JUANDA

