Kamis, 7 Mei 2026

Kasus Skimming di Batam Masih dalam Penyelidikan Polisi

Berita Terkait

Ilustrasi. ATM Bank Riau Kepri. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Kasus skimming di Batam masih dalam penyelidikan kepolisian. Usai menerima laporan dari Bank Riau Kepri, 11 Mei lalu, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri menggesa penyelidikan.

Kasus yang membuat bobolnya uang milik nasabah Bank Riau Kepri senilai Rp 800juta itu, masih dalam pengembangan polisi.

“Kami masih melakukan pendalaman atas kasus ini,” Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri, Kombes Pol Teguh Widodo, Kamis (19/5).

Pengumpulan informasi juga masih terus dilakukan tim penyidik dari Subdit V Ditreskrimsus. Beberapa bukti telah berhasil didapat dan ditelaah para penyidik.

Selain itu, Teguh menyebut telah dilakukan pemeriksaan terhadap para saksi terkait.

Namun, untuk detail kasus Teguh mengaku belum bisa menyampaikannya. Ia berjanji akan segera memberikan informasi lengkap, saat penyelidikan selesai dilakukan.

“Jika penyelidikan rampung, maka akan kami sampaikan,” ujar Teguh.

Hal yang senada diucapkan Kasubdit V Ditreskrimsus, Kompol Yunita. Ia dan jajarannya sedang turun ke lapangan, untuk melakukan pemeriksaan hasil dari pengembangan alat bukti didapat dan keterangan para saksi.

“Masih di lapangan, nantilah akan disampaikan,” tuturnya.

Dugaan skimming ini baru diketahui saat dua pegawai Bank Riau Kepri, Arya dan Sucipto yang melakukan pengecekan rutin ke kawasan PriMart, Tiban Center, 1 Mei lalu. Saat pengecekan itu ditemukan dua alat skimmer yang diduga sudah ditanam pelaku beberapa hari sebelumnya.

Usai penemuan alat skimmer itu, pihak Bank Riau Kepri melakukan pengecekan menyeluruh di seluruh ATM milik Bank Riau Kepri. Dari hasil pemeriksaan Bank Riau Kepri, alat skimmer juga dipasang di mesin ATM yang ada di HBC Plaza, Sekupang dan Jodoh Center.

Ada beberapa nasabah Bank Riau Kepri menjadi korban skimming ini. Hasil pengecekan dilakukan internal Bank Riau Kepri, uang yang berhasil dibobol sebanyak Rp 800juta. (*)

 

 

Reporter : FISKA JUANDA

UPDATE