
batampos – Kedatangan Warga Negara Asing (WNA) melalui pintu masuk Batam maupun keberangkatan Warga Negara Indonesia (WNI) ke negeri jiran Singapura dan Malaysia menjelang akhir tahun masih landai.
“Sampai saat ini, masih belum ada peningkatan kedatangan maupun keberangkatan yang signifikan baik WNI ataupun WNA,” ujar Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Tessa Harumdilla, Selasa (28/12).
Ia merincikan, pada Minggu (26/12) lalu, hanya ada empat orang WNA masuk Batam. Sementara untuk kedatangan WNI ada 227 orang yang didominasi Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Sementara untuk WNI yang berangkat ke negeri jiran hanya 24 orang. Sedangkan WNA ke Batam tidak ada sama sekali.
Dibandingkan pada Senin (27/12) lalu, kedatangan WNI lebih banyak, yakni 316 orang yang masih didominasi PMI. Kemudian kedatangan WNA ke Batam hanya tujuh orang.
Sementara untuk keberangkatan, jumlahnya juga masih sedikit, yakni 39 WNI dan empat WNA.
Seluruh WNI dan WNA yang berangkat itu selama ini hanya melalui tiga pelabuhan saja, yakni Pelabuhan Internasional Batam Center, Pelabuhan Citra Tritunas Harbour Bay, dan Pelabuhan Marina Teluk Senimba.
“Untuk yang berangkat dan datang itu tujuannya campur. Ada yang kunjungan bisnis, keluarga, dan bekerja (bukan turis, red),” tuturnya.
Ia menambahkan, sesuai dengan aturan yang berlaku, untuk WNI yang melakukan perjalanan keluar negeri diperbolehkan masuk kembali ke Indonesia dengan mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan.
Sementara pintu untuk WNA yang berasal atau sebelumnya pernah mengunjungi negara yang terdapat kasus Covid varian baru (omicron) ditutup.
“Penutupan sementara dikecualikan bagi pelaku perjalanan yang memenuhi kriteria sesuai peraturan yang ditetapkan pemerintah,” imbuhnya.
Singapura dan Malaysia sendiri termasuk negara yang sudah ada penyebaran varian baru Omicron. Begitupun dengan Malaysia.
Selain itu, Singapura dan Malaysia tidak termasuk 11 negara yang diperbolehkan masuk ke Indonesia melalui pintu pelabuhan laut maupun udara. Itu sebabnya, imigrasi maupun satgas tidak melakukan persiapan khusus, meski Batam dan Tanjungpinang merupakan pintu masuk wisman yang diperbolehkan pemerintah dibuka di akhir tahun. (*)
Reporter: : EGGI IDRIANSYAH

