
batampos – Kasus kekerasan terhadap anak di Batam masih menjadi perhatian serius. Ironisnya, pelaku kekerasan dalam banyak kasus justru berasal dari lingkungan terdekat korban, mulai dari ibu tiri, ibu kandung hingga ayah kandung.
Psikolog Irfan Aulia menilai terdapat sejumlah faktor yang dapat mendorong orang tua atau anggota keluarga melakukan kekerasan terhadap anak. Faktor tersebut umumnya berawal dari persoalan yang terjadi dalam keluarga dan ketidakmampuan mengelola tekanan hidup.
“Biasanya hubungan antara suami dan istri sudah tidak harmonis. Orang tua juga merasa tidak berdaya, memiliki banyak luka batin yang belum selesai, ditambah tekanan ekonomi yang berat,” ujarnya, Selasa (23/6).
Baca Juga: Sidang Kasus Penganiayaan Honorer Pemko Batam, Terdakwa Akui Jambak dan Tendang Korban
Menurutnya, kondisi tersebut dapat membuat orang tua memandang anak sebagai objek pelampiasan emosi. Saat menghadapi masalah atau kemarahan, anak menjadi sasaran karena dianggap tidak mampu melawan.
“Ketika orang tua melihat anak sebagai objek, maka anak rentan menjadi tempat pelampiasan. Saat sedang marah atau tertekan, yang menjadi sasaran justru anaknya,” katanya.
Selain itu, Irfan menyebut rendahnya kemampuan mengendalikan emosi juga menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kekerasan terhadap anak di lingkungan keluarga.
Untuk mencegah kasus serupa, Irfan menekankan pentingnya keterlibatan pihak luar dalam mengawasi kondisi anak. Menurutnya, sekolah maupun lingkungan sekitar memiliki peran penting dalam mendeteksi tanda-tanda kekerasan sejak dini.
“Perlu ada komunikasi dengan anak dari pihak-pihak di luar keluarga. Guru di sekolah atau warga sekitar bisa lebih peka jika melihat perubahan perilaku anak, misalnya menjadi pendiam, murung, atau sering mengeluhkan rasa sakit,” ujarnya.
Baca Juga: Penganiayaan Bocah 9 Tahun di Sagulung,Tetangga Ungkap Tangisan Korban Kerap Terdengar
Ia menambahkan, langkah pencegahan yang paling utama tetap berada di tangan orang tua. Pola asuh yang baik, komunikasi yang sehat, dan kemampuan mengelola emosi menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak.
“Anak adalah individu yang memiliki hak untuk tumbuh dan berkembang secara sehat. Mereka harus dilindungi dan dibesarkan dengan kasih sayang, sehingga tidak bisa dijadikan objek kekerasan,” tutupnya. (*)

